Ratusan Jaran Kencak menari di jalan Lumajang

Posted by Muhamad Faisol On Senin, 02 Desember 2013 1 komentar
Minggu, 01 Desember 2013 Alun alun kota Lumajang ramai dengan berkumpulnya kuda yang dihias dengan pakaiannya. Jaran Kencak, yach ini merupakan festival Jaran Kencak yang diselenggarakan dalam rangka HARJALU ke 758. Diawali dengan menari di depan bupati dan wakil bupati kemudian berkeliling kota lumajang di jalan PB Sudirman dan finish di jalan A. Yani depan Lesehan Stadion Semeru Lumajang. Berikut sebagian dokumentasi yang berhasil saya dokumentasikan.






















READ MORE

Jadwal Acara Harjalu 758

Posted by Muhamad Faisol On Jumat, 22 November 2013 0 komentar
Harjalu (Hari Jadi Lumajang). Event yang paling ditunggu oleh masyarakat Lumajang. Yang selalu diperingati setiap tahun di akhir tahun. Penetapan Hari Jadi Lumajang yang selalu diperingati tanggal 15 Desember setiap tahunnya dengan diiringi berbagai kegiatan selama sebulan. Berikut saya posting jadwal acara yang saya dapatkan dari rekan rekan.
Gambar dari foto di facebook

Gambar dari foto di facebook

READ MORE

Candu Alam : Menikmati Indahnya Puncak Gunung Lamongan (1671 MDPL)

Posted by Muhamad Faisol On Selasa, 08 Oktober 2013 2 komentar
Candu Alam Logo
Gunung Lamongan adalah sebuah gunung api di Jawa Timur, bagian dari Pegunungan Tengger dan kelompok Pegunungan Iyang-Argopuro. Puncaknya adalah Tarub (1 651 m).

Gunung Lamongan dikelilingi 27 maar yang garis tengahnya berkisar antara 150 dan 700 meter. Beberapa maar mempunyai danau. Gunung Lamongan juga memiliki 60 puncak. Yang saat ini aktif terletak 650 meter di sebelah barat daya puncak Tarub. Danau, di antaranya Ranu Pakis, Ranu Klakah dan Ranu Bedali, terletak di lereng barat dan timur. Maar yang kering terletak terutama di lereng utara. Tidak diketahui letusan maar yang tercatat dalam sejarah.

Gunung Lamongan sempat sangat aktif dari tahun 1799, letusan pertamanya yang tercatat dalam sejarah, sampai akhir abad ke-20. (Wikipedia)
Sabtu, 05 Oktober 2013 pukul 17.00 berkumpul di rumah rekan Helbeeh untuk memulai perjalan akhir pekan team candu alam. Perjalanan kali ini Candu Alam hanya bertiga (buleeng, phychole, Helbeeh) start point dari perum Sukodono Permai. Berangkat menuju kecamatan Klakah dengan menggunakan motor selama kurang lebih 30 menit kita sampai di Pelawangan dan bertemu dengan dua rekan (Hasbi & Fikri). Kita langsung menuju rumah teman yang dititipkan motor karena di atas tidak ada penitipan motor, kemudian kita diantar selama 15 menit dari pelawangan menuju Jalan gunung Kenik. Dari jalan Gunung Kenik pukul 18.30 kita memulai perjalanan dengan jalan kaki selama + 1 jam menuju padepokan Mbah Citro.
Setelah sampai di padepokan, kita istirahat sejenak sambil bertegur sapa dengan teman teman yang akan bersama sama menuju puncak. Kebetulan pada saat itu bersamaan dengan teman teman dari SMK Negeri 1 Lumajang yang sedang melakukan diklat lapangan. Setelah hilang rasa capek, tepat pukul 20.00 WIB kita mulai berjalan menuju watu gede untuk mendirikan tenda. Perjalanan Gelap dengan bantuan cahaya senter kita menyusuri jalan setapak. Banyak perubahan jalur karena adanya penebangan pohon sehingga terkadang kita dibuat bingung memilih jalur yang benar. Perjalanan dari padepokan ke Watu Gede kita tempuh dalam waktu + 1 Jam.
bulleng, helbeeh, phychole
Setelah sampe di watu Gede kami naik sedikit ke atas untuk mencari lokasi pemasangan tenda. Setelah mendirikan tenda dan masak untuk makan malam, kami melanjutkan untuk istirahat dengan tidur sejenak. 
Minggu, 06 Oktober 2013 tepat pukul 01.30 kami bangun. Dan mempersiapkan untuk naik menuju puncak Gunung lemongan. Tepat pukul 02.00 kita memulai perjalanan menuju puncak lemongan. Perjalan dengan medan yang sangat menantang, jalan setapak, bebatuan yang labil dan tanjakan yang kadang membuat kita ingin berhenti untuk melanjutkan perjalanan. Memilih berjalan digelap hari merupakan pilihan tepat. Karena kita tidak bisa melihat dengan jelas jalur yang kita lewati. Saya sempat putus asa ketika sampe di pos GERBANG. Inilah yang sama teman teman disebut dengan Tanjakan Putus Asa. Dimana di setengah perjalanan kita merasa capek dan enggan melanjutkan perjalan. Namun untuk berhenti sangat nanggung karena keindahan di puncak lebih menggiurkan daripada dibawah. 
Alhasil kita melanjutkan perjalanan. Akhirnya, setelah 2,5 Jam lama berjalan kita berhasil di puncak. Tepat pukul 04.30 kita sudah berada diatas puncak Lamongan. Sambil menunggu mentari muncul, kita juga berfoto untuk mengambil indahnya pagi saat sang fajar muncul dengan pemandangan lautan awan dibagian bawah. Rasa capek terbayar dengan keindahan pagi diatas puncak. Setelah puas berfoto foto, kita turun kembali menuju padepokan mbah citro dan diteruskan kembali pulang. Sampai di kota Lumajang, kita langsung melepas lelah di Warung Songo tempat kita berkumpul. 



































Lihat Peta Lebih Besar
READ MORE