Selamat Jalan Dr. H. Sjahrazad Masdar, M.A.

Posted by Muhamad Faisol On Jumat, 23 Januari 2015 0 komentar
Dr. H. Sjahrazad Masdar, M.A.
Dr. H. Sjahrazad Masdar, M.A. Adalah sosok yang penuh dengan tanggung jawab, disiplin tinggi, optimal dalam menjalankan amanah untuk pelayanan publik. Beliau terasa istimewa lagi karena sosoknya sangat hormat janji dan waktu. Ia akan hadir setengah jam sebelum acara karena beliau tidak suka membuat orang menunggu.  "Uwongne wong liyan, yen kowe pengen di uwongake" dan "Jangan pernah buat orang menunggu, bila kamu tidak suka menunggu" Pesan beliau.
Walaupun dalam keadaan sakit, selama beliau masih mampu berdiri beliau akan tetap menghadiri suatu acara. Beliau tidak pernah suka konfrontasi dengan pihak lain, namun beliau sosok yang tegas. 
Dr. H. Sjahrazad Masdar, M.A. Lahir di Tanjung Redep Kab. Berau Kalimantan Tengah pada tanggal 07 Maret 1950 dari pasangan H. Masdar Damang dan Hj. Siti Zubaidah. Mulai dari kecil beliau bercita cita ingin menjadi Tentara karena kecintaannya pada NKRI. Dan menjadi pejabat birokrat ini sebenarnya tidak sekalipun ada di dalam benaknya. 
Tahun 1961 Sjahrazad lulus dari SR dan dilanjutkan ke SLTP 1 Lumajang. Keinginan menjadi tentara masih melekat kuat pada dirinya. Cita citanya itu menjadi spririt dan motivasi baginya untuk terus menimba ilmu agar sukses ikut seleksi tentara Inilah awal beliau mencintai ILMU. Setelah lulus dari SLTP pada tahun 1964, beliau langsung melanjutkan ke SMAN 1 Lumajang dan lulus pada tahun 1968.
Saat lulus dari SLTA, harapan untuk menjadi tentara telah pupus karena tidak mendapatkan persetujuan dari orang tuanya. Sebagai putra yang berbakti dan pantang bantah orang tua, Sjahrazad terima dengan ikhlas. Dan beliau memutuskan untuk menimba ilmu setinggi tingginya dengan masuk ke FISIPOL jurusan Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Jember lulus pada tahun 1972.
Setelah lulus kuliah, beliaupun mengabdi di Lumajang menjadi staf/pegawai di Kecamatan Senduro. Beliau bekerja dengan totalitas tinggi. Tak heran jika beliau selalu dinilai dengan raport yang baik dan mendapatkan promosi jabatan. Pada tahun 1974 beliau meninggalkan senduro untuk menjadi Mantri Polisi di kecamatan Kunir. Didaerah ini sering terjadi dan secara aktif beliau ikut dalam menyelesaikannya.Setelah 3 tahun menjadi Mantri Polisi di Kec. Kunir, beliau mulai jenuh dan mengajukan untuk pindah menjadi staf PemProv Jawa Timur.
Begitu menjadi staf Pemprov Jawa Timur beliau mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di IIP (Institut Ilmu Pemerintahan. Pada tahun 1981 beliau lulus dari IIP dengan gelar "Doktorandus" dan kembali pengabdi masyarakat di PemProv Jawa Timur. Lulus dari IIP membawanya kembali ke Lumajnag dengan menjadi Camat Tempeh. Selama 3 tahun beliau menjabat sebagai camat Tempeh. Setelah menjadi camat Tempeh, pada tahun 1985 beliau kembali ke PemProv menjabat sebagai kepala bagian Pembangunan Dati II Biro SetdaProv Jawa Timur. Pada tahun 1988 beliau dimutasi dan menempati jabatan Kabag Pemerintahan Desa Biro Pembangunan Desa SetdaProv Jawa Timur yang dijalani sampai tahun 1990.
Pada tahun 1990 beliau mengenyam pendidikan di Curtin University of Technology, Perth, Australia Barat dengan gelar Diploma of Public Administration. Pada tahun 1992 melanjutkan S-2 di Murdoch University, Pert, Australia Barat dengan gelar Master of Art. Lulus dari S-2 pada tahun 1994, beliau diangkat menjadi Kepala Bidang Teknis dan Fungsional pada Badan Diklat Propinsi Jawa Timur.
Beliau juga sempat menimba ilmu di Development Studies HIS Rotterdam, Belanda yang lulus pada tahun 1995 dengan gelar Diploma of Public & Private Finance. Pada tahun 2001 hingga 2005 beliau dipercaya oleh Gubernur Imam Utomo untuk menjadi Kepala Badan Diklat Provinsi Jawa Timur. Tahun 2005 beliau diangkat sebagai Pj Bupati Jember. Di sinilah beliau meluruskan Implementasi Netralitas Birokrasi di dalam Pilkada. 
Dr. H. Sjahrazad Masdar, M.A. dikenal sebagai seorang organisatoris. Beliau aktif diberbagai organisasi kemahasiswaan baik Intra maupun Ekstra kampus. Pada tahun 1970 beliau menjabat sebagai Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia (PII) cabang Jember. Sosok seorang problem solver memang melekat pada dirinya. Selain problem solver, beliau juga dikenal memiliki kecerdasan dan kepekaan tinggi terutama soal kehidupan mahasiswa.
Bersama teman temannya, beliau mendirikan Komisariat Fisipol KOMI (Korps Mahasiswa Indonesia) cabang Jember. Tahun 1972 beliau dipercaya menjabat sebagai Ketua Senat Umum Mahasiswa (SeMa)  Fisipol Unej. Ketika pulang ke Lumajang pada tahun 1981 beliau aktif di Pemuda Pnca Marga (PPM) sebuah organisasi kepemudaan. Beliau menjabat sebagai Ketua Umum Markas Daerah PPM Cabang Lumajang. Karir organisasi ini beliau jalani hingga ke provinsi. Tahun 1994 beliau kembali menjabat sebagai Ketua Umum PPM markas daerah JATIM sampai dengan tahun 1998. Tahun 2002 beliau dipercaya sebagai dewan penasehat PPM Jawa Timur. Tahun 1994 belau menjadi ketua Umum ICMI Orsat Lumajang. Beliau juga aktif di berbagai forum ilmiah, seperti diskusi maupun forum forum lainnya.

Selama menjadi birokrat, berbagai penghargaan beliau dapatkan diantaranya adalah penghargaan eksekutif terbaik seluruh pemda se Jawa Timur pada tahun 1999. Pada tahun 2005 beliau mendapat penghargaan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI. 
Beliau juga menjadi DOKTOR Ilmu Politik Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Luasnya cakrawala berfikir yang dimilikiinya, beliau sering dapat penghargaan sebagai narasumber diberbagai seminar lokakarya.

Dan hari ini, Jumat 23 Januari 2015 semua masyarakat kabupaten Lumajang dikejutkan berita duka atas meninggalnya beliau. Menurut berita yang ditulis oleh Antara JATIM, Bupati Lumajang, Jawa Timur, Sjahrazad Masdar meninggal dunia di Rumah Sakit Grahamerta, Surabaya, pukul 22.40 WIB.
Direktur RSU dr Soetomo, dr Dodo Anondo, Sabtu mengatakan, Sjahrazad meninggal akibat penyakit yang dideritanya, dan sudah dua bulan dirawat di RS Grahamerta. Dan Jenazah beliau akan dimakamkan di Lumajang.
Selamat jalan bapak Dr. H. Sjahrazad Masdar, M.A. Semoga semua amal ibadah anda diterima dan diberikan tempat yang terbaik oleh Nya


Sumber tulisan : SUMUR
READ MORE

Liburan ke MAHAMERU SUMMIT 3676

Posted by Muhamad Faisol On Kamis, 01 Januari 2015 0 komentar
Perjalanan MAHAMERU SUMMIT
Liburan akhir tahun yang jadi satu. Liburan sekolah yang membuat ringan beban tugas pekerjaan, ditambah dengan liburan natal dan tahun baru. Dan akhirnya bersama komunitas kecilku Candu Alam Lumajang berencana untuk jalan jalan menuju puncak gunung Semeru yang bernama Mahameru dengan ketinggian 3676 mdpl. 
Perjalanan yang direncanakan akan dilakukan pada tanggal 25 Desember 2014 hingga tanggal 27 Desember 2014. Dan perjalanan kali ini tidak saja dari team Candu Alam Lumajang, namun juga kedatangan tamu dari Jakarta, Pasuruan dan Surabaya yang ikut bergabung dalam satu team pendakian.Dimulai meeting persiapan yang kita lakukan pada tanggal 20 Desember 2014 untuk cheking kekurangan dari persiapan. Dan packing perlengkapan, peralatan dan perbekalan selama diperjalanan pada tanggal 24 Desember 2014.
Pada tanggal 25 Desember 2014 jam 06:30 kita mulai menuju desa Ranu Pane untuk memulai pendakian. Perjalanan menggunakan sepeda motor yang kita tempuh dalam waktu 2,5 Jam menuju desa Ranu Pane. Sempat beristirahat sejenak di sungai yang diberi nama sungai ireng ireng untuk mendinginkan mesin motor. Setelah itu langsung melanjutkan perjalanan menuju desa Ranu Pane.
Istirahat dulu di sungai ireng ireng
Tepat pukul 8:30 WIB kita sampai di desa Ranu Pane. Dan mulai mengurus perijinan untuk pendakian menuju Ranu Kumbolo. Pukul 09:30 semua perijinan selesai dilakukan dan kita mulai berjalan menuju Ranu Kumbolo. Setelah di Pos 3 menuju ranu kumbolo, kita disambut oleh Hujan, yang membuat kita mempercepat laju agar cepat sampai di Ranu Kumbolo. Sampai di ranu kumbolo, hujan masih mengguyur menyebabkan kita harus mendirikan tenda ditengah hujan untuk tempat istirahat. Pejalanan Ranu Pane menuju Ranu Kumbolo memakan waktu + 5 Jam perjalanan dengan berjalan kaki. 
Planning awal kita akan menuju ke Kali mati pada tanggal 26 Desember 2014 jam 10:00 pagi. Namun karena pagi hari di ranu kumbolo diguyur hujan mulai jam 08:00 WIB kita pending perjalanan hingga hujan reda. Sampai jam 14:00 hujan tidak kunjung reda juga, akhirnya Ketua Team perjalanan Bulleng memutuskan perjalanan ke kalimati dilakukan besok pagi dan kembali kita camp di Ranu Kumbolo.
Akhirnya pada 27 Desember 2014 setelah sarapan kita langsung packing menuju pos kalimati. Tepat pukul 08:00 WIB kita mulai perjalanan menuju pos kalimati dari ranukumbolo. Ditengah perjalanan setelah cemoro kandang, hujan kembali mengguyur. Namun perjalanan diteruskan menuju kalimati.Perjalanan menuju kalimati memakan waktu + 3 jam berjalan kaki. Setelah sampai di kalimati, kita kembali mendirikan tenda dan mengambil air di sumber mani. Sumber air yang ada di kalimati. Di kalimati kita beristirahat untuk energi menuju puncak mahameru. Pada pukul 00:00 perjalanan dimulai, semua anggota team bersiap dengan membawa bekal yang diperlukan untuk menuju puncak. Team dibagi menjadi 3 team agar lebih efektif. Akhirnya team 1 dengan berjumlah 6 orang sampai dipuncak dengan selamat meskipun harus melawan badai yang datang di puncak. Akhirnya kita kembali ke Pos Kalimati, dan beristirahat sejenak sebelum packing. Setelah istirahat, tepat pukul 11:00 28 Desember 2014 kita mulai packing untuk kembali ke rumah masing masing. Perjalan pulang tak seperti perjalanan berangkat. Karena kita harus track dari KaliMati menuju desa ranu pane, tanpa ada berhenti untuk camp di ranu kumbolo. Hanya berhenti sesaat ketika kaki lelah dan kembali berjalan. Perjalanan yang dimulai dari kalimati pukul 12:30 dan sampai di desa ranupane pukul 20:00. Setelah sampai di desa ranu pane kita kembali lagi ke rumah masing masing. Tepat pukul 22:00 kita sampai di meeting point awal.
Oh ya rencana awal yang kita perjalanan tanggal 25 Desember 2014 - 27 Desember 2014, ternyata harus berubah. Kita turun pada tanggal 28 Desember 2014 karena faktor cuaca dan demi keselamatan bersama. Kenapa juga tidak semua sampai di puncak? Karena kondisi puncak yang penuh dengan badai, maka demi keselamatan, yang masih sampai di tengah bahkan yang hampir sampai pun harus turun dan tidak memaksakan diri untuk mencapai puncak. Banyak faktor yang harus kita perhatikan saat kita berjalan menuju puncak. Jangan gunakan ego yang tinggi tanpa tidak memperhatikan keselamatan.
Puncakmu adalah, dimana kamu berhenti ....

Ucapan terimakasih dari Tita Dwi Agustina





















READ MORE