crita

Posted by phychole On Senin, 19 Januari 2009 0 komentar
Diantara teman teman kamu yang aku kenal, hanya kamu orang yang lain ketika aku pandang. Perkenalan kita tidak seperti yang lain. Kita ketemu pun belum kenal dekat. Perkenalan yang tidak sengaja yang aku dapatkan dari no ponsel dan ketika itu aku aku coba menghubungi kamu. Untuk pertama kali aku hubungi lewat SMS. Namun karena pertanyaanku waktu itu cuma pertanyaan biasa, kita tidak melanjutkan SMS karena tidak ada topik yang akan di bahas. Malah, ada salah satu temanmu yang lebih agresif untuk SMS, hingga aku merasa dekat dengannya. Pada saat itu aku mulai dekat dengan temanmu. Namun sebenarnya targetku bukanlah dia karena sebelumnya aku sudah tau wajahmu tapi nggak tau nama kamu. Aku mau tanya kepada temanmu, senior aku yang lebih mengenal genk kamu, nggak enak sendiri. Aku terus bertanya siapa nama kamu di kesendirianku. Pada suatu hari, aku ingin menghubungi temanmu yang dekat dengan ku. Tapi karena nggak aktif-aktif, akhirnya aku mencoba sebuah nomor. Aku tanya soal anak yang nggak aktif nomornya dan orang yang aku hubungi adalah kamu. Aku masih belum tahu kalau kamu orang yang selama ini menjadi pertanyaan soal nama di benakku. Karena pada waktu itu aku belum tatap muka dan berkenalan secara langsung dengan dirimu. Dari peristiwa ini aku mulai agak dekat denganmu. Hingga aku merencanakan untuk bertemu langsung denganmu di kampus dengan alasan membawa sedikit oleh2 yang dibawakan oleh orang tuaku dari rumah. Aku bingung sebenarnya kamu yang mana. Karena itu aku ingin bertemu denganmu langsung. Ketika aku ketemu dan tahu bahwa kamu orang yang menjadi target aku dari dulu, aku lebih bersemangat dan ingin lebih mendekati lagi dirimu. Aku selalu coba menghubungi kamu. Hingga sekarang aku lebih senang share dengan kamu ketika aku memiliki masalah dan ingin menceritakan suatu hal yang amat privacy. Karena aku yakin kamu orangnya asik dan juga kmu dapat dipercaya orangnya. Aku ingin sekali mengutarakan ungkapa hatiku kepadamu. Namun untuk melakukan itu aaku merasa ingin mencari waktu yang tepat. Aku sering konsultasi kepada temanmu apakah bisa aku mendapatkanmu. Aku tanya tapi kayaknya aku masih belum mantap bener untuk mengungkapkannya kepadamu. Aku belum tau apakah kamu orangnya masih bisa kumiliki atau kamu sudah menjadi milik orang lain. Takutnya kalau aku langsung mengutarakan isi hatiku kepadamu aaku akan merusak hubungan persahabatan kita. Karena mencari sahabat bagiku sangatlah sulit. Akhirnya aku memlilih untuk tetap bersahabat dengan kamu dan mencoba mencari tahu tentang dirimu. Sampai aku dekat denganmu dan semua temanku mengira ada sesuatu diantara kita. AKu selalu menanyakan tentang suatu hal yang menyinggung ke arah ingin melanjutkan hubungan lebih dari sekedar sahabat. Selalu aku pancing dengan menanyakan apakah ada orang yang sudah memilikimu sebelum aku datang. Ternyata aku memiliki jawaban dari kamu bahwa kamu tidak ingin menjalani kehidupan cinta sebelum selesai semua studymu. Kamu mentargetkan selama 5 tahun tidak menjalani kehidupan bercinta dengan seseorang. Namun aku takut kehilangan dirimu karena aku sempat melihat kamu seperti dekat dengan seseorang yang tidak asing bagi kamu dan aku. Dan juga aku sempat mendengar bahwa di suatu tempat yang lain, ada orang yang juga di isukan cocok dengan kamu kalau kalian jadian. Dan itu sudah lama dan banyak mendukung. Mendengar itu semua aku ingin mendengar langsung darimu. Namun tidak mungkin sekali aku langsung menanyakan kepada kamu. Namun untuk menanyakan langsung kepada kamu aku takut. Banyak pertimbangan untuk itu. Aku takut kamu tersinggung dan persahabatan kita menjadi tidak harmonis. Sempat juga ada temanku yang kaget sekali ketika aku ingin pergi kerumahmu. Dia memang dekat dengan pria yang telah lebih dekat dulu denganmu sebelum aku datang di kehidupanmu. Aku sih nggak begitu kenal dengan pria itu. Namun juga pernah liat wajahnya hanya beberapa waktu saja. Dan memang kalau dibandingkan aku sangatlah jauh perbedaannya. Aku memang orang yang barusaja masuk ke dalam kehidupanmu. Aku masih belum mengenal jelas dirimu. Ketika temanku kaget waktu aku mengatakan akan  main ke rumahmu aku semakin yakin bahwa isu yang telah di beri tahukan oleh seseorang kepada ku bahwa aku mesti jaga jarak denganmu itu benar. Tapi aku belum yakin orang itu adalah orang yang pernah aku lihat pernah berbincang bersama di suatu tempat denganmu dan orang yang selalu menjadi pertanyaanku tentang kedekatanmu dengannya selama ini. Tanpa sengaja di suatu benda yang tidak umum, aku mencoba mengeksploitasi sebentar. Maaf sebelumnya, mungkin ini privacy kamu tapi aku melihatnya tanpa senganja. Nggak lama melihatnya juga nggak jauh. aku cuma melihat dengan cepat dan tanpa menimbulkan rasa curiga untuk melihatnya. Aku sempat melihat foto pria yang tidak asing wajahnya di kehidupanku. Dan itu juga yang selama ini ada dalam pikiranku siapa dia, ada hubungan apa dengan dia. Namun aku nggak mau bertanya langsung kepadamu. Karena aku sudah tahu komitmenmu dan aku yakin kamu akan menjaga komitmen itu sehingga aku menganggapnya dia hanya temanmu dalam organisasi yang kamu geluti sekarang. Lalu aku cbba tanya kepada orang yang telah memberi info bahwa aku harus hati - hati dan sebenarnya kamu sudah ada yang punya. Aku tanya padanya apakah orang yang dia bilang itu dekat juga sama dirinya, satu organisasi dengannya, dan aku juga pernah ngomongin tentang dia. Selanjutnya, apakah aku bisa melihatnya apabila aku melihat something yang kamu miliki jika aku mau mencarinya. Karena aku tau orang ini sangat dekat denganmu dan juga pastinya dia lebih tau kamu dan koleksimu daripada aku. Lalu di menjawab benar semua yang aku katakan itu. Selanjutnya aku ingin mencocokkan kebenaran yang dia bilang dengan insting yang aku miliki selama ini. Aku coba mancing agar aku nggak penasaran dan nggak salah tingkah kepadamu aku ingin mengetahui nama orang itu. Dan.... Dia pun memberi tahu namanya kepadaku. Ketika aku mendapat jawaban darinya dan itu sangat cocok dengan instingku selama ini, aku menjadi pesimis untuk mendapat dirimu dan aku sangat takut kehilangan dirimu dari kehidupanku. Karena aku yakin jika disuruh memilih antara aku dan dia pasti aku kalah. Karena aku sudah kalah banyak dari dia. AKu hanya orang yang nggak ada apa-apanya dibandingkan orang itu. Untuk itu aku cuma ingin mastikan kepadamu apakah komitmen mu itu akan bertahan sesuai dengan apa yang kamu katakan kepadaku. Karena apabila komitmen itu tidak sesuai dengan apa yang kamu katakan kepadaku, Orang yang pertama kecewa adalah aku. Dan aku nggak ingin mengulang kembali kejadianku yang telah berlalu 2 tahun yang lalu. Dimana dari kejadian itu menyebabkan aku harus keluar dari kota dan rumahku untuk mencari ketenangan. Mungkin jika aku mendapatkan hal seperti yang lalu juga bisa saja seperti yang aku lakukan 2 tahun yang lalu. Keluar dari kota orang yang telah mengecewakan kepercayaan yang telah aku berikan kepadanya untuk melupakan dan menenangkan semua pikiranku. Ya.. Aku sekarang hanya bisa berharap dan berdoa. Kamu bisa menajalankan komitmenmu dan tetap pada pendirianmu yang telah kau berikan padamu. Dan isu yang telah aku dengar tentang kedekatanmu kepada seseorang yang katanya mungkin hanya menunggu waktu saja, dia orang pilihanmu yang hanya diketahui oleh beberapa orang aja, itu hanya isu belaka. Aku sebenarnya ingin menanyakan langsung hal ini kepada mu. Namun aku merasa tidak enak dan juga privacy orang yang memberikan info tentang semua ini takut muncul. Aku juga nggak mau persahabatan yang telah kita bangun selama beberapa bulan ini hilang karena hal ini. Semoga kamu bisa mengerti tentang tulisanku ini.


By...: phy_chole
Specially Write for some girl in my heart thanks before....

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda untuk postingan saya