Kegiatan BEM yang Tak Singkron

Posted by phychole On Sabtu, 01 Agustus 2009 0 komentar

Saya sejak menjadi anggota BEM STTNJ periode 08-09 merasa BEM sudah tidak sinkron. Apalagi sejak ada Perbedaan antara BEM putra dan BEM putri. Sepertinya kampus terpecah menjadi dua blok. Keharmonisan pengurus dalam kegiatan pun serasa tidak ada. Apabila BEM putra mengadakan kegiatan atau sebaliknya tidak pernah saling berkoordinasi. Sehingga kegiatan seperti berjalan masing - masing. Sebenarnya kalau bem itu cuma satu kegiatan di STT pasti banyak. Kegiatan tentang IT bisa kita adakan dengan kerjasama antara dua BEM.

Satu lagi untuk BEM putra yang tidak memiliki tempat di area kampus. Kalau teman dari luar tahu pasti aneh. Kampus tanpa kantor BEM ibarat sayur kurang garam. Trus nanti mahasiswa yang ingin mengadukan aspirasi lewat BEM kemana? Kantor BEM yang berada di Asrama mahasiswa tidak efektif. Mahasiswa enggan masuk karena kebanyakan dari luar. Berbagai alasan muncul untuk menuju kantor BEM. Yang malu dan lain2...

Untuk itu Sebenarnya sangat penting keberadaan BEM di kampus. Karena BEM merupakan satu - satu nya aspirasi mahasiswa. Kalau seperti ini mahasiswa mau memberikan aspirasi kemana??


Di tambah setiap ada kegiatan utama BEM putra koordinasi sangat sulit. Karena ada anggota/ pengurus yang dari luar (tidak berada di pondok*red) enggan meeting di kantor BEM. Apalagi meeting sering siang malam. Kalau siang ga ada tempat/fasilitas dan kalau malam merasa mengganggu kegiatan pondok. Serba bingung, kalau ada kantor yang di kampus pasti kegiatan BEM bisa berjalan lancar. Sebenarnya banyak program IT yang bisa kami tawarkan tapi kondisi kampus yang seperti ini membuat kami susah untuk koordinasi dan juga banyak kegiatan yang terbuang sia - sia.
Semoga BEM mendapat kantor yang ada di dalam kmapus demi kemajuan STT sendiri. Soalnya dua semester ini STT seperti kampus mati yang tidak ada kegiatan di dalam kampus.......... 

Sekian Terima Kasih

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda untuk postingan saya