Mengapa Takut Kehilangan Uang???

Posted by phychole On Rabu, 10 Februari 2010 1 komentar


WASHINGTON - Takut kehilangan uang adalah hal yang wajar dan sangat manusiawi. Sebuah studi ilmiah menyebutkan, hal ini disebabkan karena amygdala, atau pusat rasa takut pada otak mengontrol respons terhadap situasi saat berspekulasi.

Temuan ini memperlihatkan sudut pandang baru soal perilaku ekonomi, dan menunjukkan bahwa manusia akan semakin waspada terhadap hal-hal berharga yang dimilikinya.

Benedetto De Martinoa dari California Institute of Technology di Pasadena kemudian mencari tahu mengapa orang-orang zaman sekarang enggan bertaruh meskipun sebenarnya mereka yakin akan menang.

"Hasil studi mengemukakan, orang-orang kerap menghindari risiko bertaruh bahkan ketika mereka mungkin saja mendapatkan perolehan yang secara substansi memiliki nilai lebih besar," kata Martinoa seperti dikutip dari Reuters, Selasa (9/2/2010).

Martinoa kemudian memberikan contoh, seseorang akan menghindari spekulasi saat dihadapkan pada dua pilihan, apakah akan kehilangan USD10 atau memenangkan USD15, meskipun sebenarnya nilai pertaruhan sudah positif senilai USD2,50.

Martinoa dan timnya meneliti dua partisipan penderita kelainan genetik yang dinamakan Urbach-Wiethe. Dalam kondisi seperti ini, pasien menderita kerusakan pada bagain amygdala di otak yang mengontrol rasa takut dan emosi akut lainnya.

Peneliti kemudian membandingkan respons kedua partisipan dengan 12 orang partisipan lain yang otaknya tidak mengalami kerusakan. Para partisipan kemudian diminta untuk berspekulasi saat dihadapkan pada dua pilihan. Yang pertama, kemungkinan bahwa mereka bisa memenangkan USD20 atau kehilangan USD5.

Sementara situasi kedua, kemungkinan bahwa mereka akan memenangkan atau kehilangan USD20. Para partisipan cenderung memilih situasi yang pertama, dan menolak situasi yang kedua. Sementara dua pasien yang mengalami kerusakan pada amygdala nampak sama sekali tidak takut untuk memilih situasi kedua, bahkan ketika risiko kehilangan ditambah lebih besar lagi menjadi USD50.

Menurut Martinoa, hal ini memperlihatkan bahwa amygdala berperan kuat menimbulkan perasaan takut dan khawatir untuk bertaruh, terutama jika dihadapkan pada risiko kehilangan yang besar.

"Amygdala yang berfungsi dengan baik akan membuat kita lebih berhati-hati. Kita semua kini tahu bahwa amygdala memiliki peranan dalam menimbulkan ketakutan. Amygdala jugalah yang membuat kita takut akan resiko kehilangan uang," tandasnya. (rah)
Bagian Otak yang menyebabkan orang takut kehilangan uang

Pasadana, Peneliti menemukan bagian otak bernama amygdala yang menjadi penyebab kenapa orang takut kehilangan uang. Normalnya, orang akan takut kehilangan uang dan berhati-hati saat bertindak, namun mereka yang amygdala-nya rusak tidak punya rasa takut itu.

Orang bijak mengatakan hidup adalah proses menuju kehilangan. Tapi tetap saja manusia takut dan sangat menjaga apa yang dipunyainya agar tak hilang terutama uang. Peneliti menemukan jawabannya ini semua gara-gara amygdala.

Sebuah studi membuktikan secara ilmiah mengapa ada orang yang takut kehilangan uang tapi ada juga yang tidak. Perbedaan bagian otak yang bernama amygdala adalah penyebabnya. Jika Anda masih punya rasa takut kehilangan uang, artinya bagian amygdala pada otak masih berfungsi dengan normal.

Dalam studinya, peneliti menganalisis otak seseorang yang bermain judi. Hasilnya menunjukkan, orang yang takut kehilangan uang saat bermain judi ternyata memiliki bagian amygdala yang aktif pada bagian otaknya. Amygdala adalah bagian yang berfungsi sebagai pusat pengontrol rasa takut dalam otak.

"Hasil laboratorium dan bukti di lapangan menunjukkan bahwa seseorang cenderung menghindari risiko kehilangan meski sebenarnya mungkin ia akan mendapat sesuatu yang lebih besar jika kehilangan," kata Dr Benedetto De Martino dari the California Institute of Technology, Pasadana seperti seperti dilansir dari ABCNet, Selasa (9/2/2010).

Sebagai contoh, orang akan menghindari judi karena takut kehilangan uang US$ 10 padahal mereka bisa saja mendapatkan untung US$ 15. Tindakan ini menurut Dr Martino disebut dengan 'loss aversion' atau takut kehilangan.

Untuk mengetahui fungsi amygdala pada otak manusia, peneliti menguji dua orang perempuan dengan kondisi genetik langka yang disebut dengan penyakit Urbach-Wiethe. Penyakit itu menyebabkan kerusakan bagian amygdala dan membuat seseorang tidak bisa mengontrol rasa takut atau emosi lainnya.

Peneliti membandingkan kedua perempuan itu dengan 12 partisipan lainnya yang tidak memiliki penyakit tersebut. Studi ini hanya menggunakan sedikit partisipan karena secara etika, tidak etis rasanya melukai dan membongkar isi otak manusia untuk mengetahui apa yang terjadi di dalamnya.

Para partisipan diminta untuk melakukan judi dimana akan ada dua kemungkinan yang dihasilkan. Kemungkinan pertama adalah partisipan akan memenangkan US$ 20 atau kehilangan US$ 5. Kemungkinan kedua adalah partisipan akan memenangkan atau kehilangan US$ 20.

Hasilnya menunjukkan kedua perempuan yang punya penyakit Urbach-Wiethe ternyata memilih pilihan kedua, yaitu mengambil risiko kehilangan yang lebih besar. Hal ini membuktikan bahwa bagian amygdala pada otaknya memang tidak berfungsi sehingga ia cenderung tidak takut kehilangan uang.

"Seseorang dengan amygdala normal harusnya bisa lebih berhati-hati dalam bertindak dan punya rasa takut akan kehilangan," kata Ralph Adolphs.

Studi yang dilaporkan dalam the Proceedings of the National Academy of Science ini membantu menjelaskan mengapa ada sebagian orang yang berani mengambil risiko dan ada yang tidak. Jika seseorang tidak punya rasa takut, mungkin bagian amygdala dalam otaknya mengalami kerusakan yang mungkin disebabkan oleh faktor genetik atau DNA.(fah/ir)

Adapted from OkeZone.com and Detik.com

1 komentar:

Rama Sejati mengatakan...

Artikel yang bagus !

Barangkali informasi mengenai "takut kehilangan" berikut, juga berguna bagi rekan rekan yang memerlukannya. Klik > Takut Kehilangan ?

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda untuk postingan saya