Otak Manusia Bakal Jadi Incaran Cracker?

Posted by phychole On Kamis, 21 Januari 2010 0 komentar

Jakarta, Raksasa mikrochip Intel tertarik untuk ikut melakukan penelitian tentang teknologi pembaca pikiran yang memungkinkan manusia mengontrol berbagai aktivitas dengan pikiran. Namun, dikhawatirkan, seiring berkembangnya teknologi ini, nantinya otak manusia akan jadi sasaran para cracker.

"Jika kita dapat mengakses jaringan informasi global dengan kekuatan pikiran, ini akan membuka kesempatan baru bagi teknologi computing," ujar Dean Pomerleau, peneliti Intel yang bekerja sama dengan para ilmuwan di Carnegie Mellon University untuk mempelajari pola otak.

Dengan menganalisa aktivitas otak dan aliran darah ketika orang tengah memikirkan suatu kata atau tindakan, para peneliti meneliti pola otak yang dapat dibaca komputer.

Dikutip dari Mercurynews, Senin (18/1/2010), sejumlah percobaan telah membuktikan keampuhan kekuatan pikiran dalam mengendalikan sejumlah aktivitas. Misalnya, orang lumpuh yang mampu mengganti channel TV, mengetik di komputer, mematikan lampu, hanya dengan teknologi pembaca pikiran.

Percobaan lainnya misalnya adalah headset yang memungkinkan orang mengendalikan video game dengan pikiran. Tak mau ketinggalan, Honda juga memamerkan sebuah robot yang dapat dikontrol dengan pikiran. Ada juga helm pembaca pikiran.

Seorang ahli syaraf di Mayo Clinic Florida menyatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan, suatu hari nanti otak manusia akan ditanami mikrochip seperti halnya ketika Intel membuat personal computer.

Sementara itu, Pomerleau menandaskan bahwa Intel tertarik untuk mengembangkan teknologi pembaca pikiran, tapi tidak berencana menanamkan chip dalam otak orang.

Namun, muncul kekhawatiran jika nantinya teknologi ini akan menjadi target serangan para cracker, sehingga sistem kerjanya menjadi kacau dan membahayakan otak. Ini didasarkan pada riset di tahun 2008 yang menemukan bahwa alat pacu jantung bisa di-hack, sehingga ditakutkan hal yang sama juga akan terjadi pada teknologi pembaca pikiran.

"Mengontrol mesin dengan pikiran memang berguna, tapi bagaimanapun juga setiap teknologi dapat digunakan untuk kebaikan dan kejahatan," ujar Anita Silvers dari San Francisco State University. Demikian dikutip dari Detik.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda untuk postingan saya