Tugas Semester 5

Posted by phychole On Senin, 22 Februari 2010 0 komentar
Hum.. Semester 5 Banyak Tugas neh kemarin..
Untung aja kelar. Nilaiku di Semester 5 lumayan banget. Tak ada nilai C ke bawah sama sekali. Dan IPS aku juga naek satu trap jadi 3,6. Makasih Tuhan, Orangtua dan Keluarga, Dosen2ku, Teman teman dan Guruku yang selalu membantuku baik moral, materiil maupun doa.
Nech sebagian tugas aku yang telah tak upload. Moga aja bermanfaat buat referensi..

Tugas Akhir VB Download
Tugas Basis Data Download
Tugas SO Perintah dasar Linux Download
READ MORE

Menghilangkan Windows Genuine Advantage (WGA) di XP

Posted by phychole On 2 komentar
Kemarin pas hari sabtu 20 Pebruari 2010, aku ama syarif temanku di contact suruh benerin komputer. Katanya ada komputer rusak nggak bisa Login ke Windows. Hem.,. Penasaran kenapa langsung aja ke TKP. Nyampe sana kok kayaknya normal aja. Hem... Hidupkan dan ternyata setelah masuk windows ada di sisi pojok kanan bawah Windows Genuine Advantage (WGA). Oups.. Polisi Windows telah mendeteksi bahwa windowsnya bajakan.

Ops.. Bingung bin pusing gimana enaknya. Kalo install ulang, berarti semua mesti di install ulang. Haduw capek neh, karena aku juga keburu mau pulang ke lumajang. Sek pindah dulu data di C:\ yuk agar kalo ga da jalan aman datanya. Yup karena setiap masuk windows langsung restart dalam beberapa menit, maka kami menggunakan linux live CD untuk memindai Data.y

Udah setelah kami pindah data, kami coba cara pertama dengan restore windows. Masuk ke SAVE MODE dengan harapan berhasil. Setelah berhasil masuk, betapa kecewanya karena ada peringatan bahwa di C,D,E,F System Restore nya disable semua. Hem.. Bingung da mau di apain. Akhirnya berbekal ponsel nyari solusi. Haduw nemu juga solusi. Berikut ini cara menghilangkan Window Genuine Advantage (WGA). Ada dua cara yang bisa di gunakan.

Dengan menggunakan software WGA Remover yang bisa di download di sini

Dan cara yang kami gunakan adalah dengan cara manual. Berikut step by step nya :

Menghilangkan Peringatan Windows Genuine Advance (WGA)

Langkah2nya adalah sebagai berikut :

  • Buka Task Manager dengan menekan “Ctrl+Alt+Del
  • Matikan proses yang bernama “wgatray.exe”
  • Restart computer dan masuklah ke dalam Safe Mode (biasanya dengan menekan tombol F8)
  • Pada Safe Mode, buka registry editor dengan cara klik Start \\ Run. Ketik “regedit” kemudian ENTER
  • Pada regedit, carilah: HKEY_LOCAL_MACHINE \\ SOFTWARE \\ Microsoft \\ windowsNT \\ CurrentVersion \\ Winlogon \\ Notify
  • Kemudian hapus folder/directory “WGALOGON”
  • Restart kembali komputer seperti biasa
Ops belum berhenti sampai di sini masih ada langkah ke dua

Uninstall Windows Genuine Advance (WGA)
Caranya:
  • Matikan process “wgatray.exe” di Task Manager
  • Restart Windows XP dan masuk safe mode
  • Delete WgaTray.exe dari c:\Windows\System32
  • Delete WgaTray.exe dari c:\Windows\System32\dllcache
  • Buka RegEdit, cari: HKEY_LOCAL_MACHINE \\ SOFTWARE \\ Microsoft \\ Windows NT \\ CurrentVersion \\ Winlogon \\ Notify
  • Delete folder “WgaLogon” dan seluruh isinya
  • Reboot Windows XP
Silahkan anda coba dan semoga bermanfaat!

URGENT !! Maaf saya menulis artikel ini bukan berarti saya mendukung Pembajakan Windows, namun saya hanya ingin menyalurkan ilmu yang pernah saya dapat berdasar pengalaman saya. Cara paling ampuh untuk menghindari WGA adalah anda membeli software Windows Asli. Kalo anda ingin gratis, pakailah OPENSOURCE (Linux dll)

READ MORE

Masalah Provider

Posted by phychole On Minggu, 14 Februari 2010 0 komentar

Dikutip dari http://www.postel.go.id/update/id/baca_info.asp?id_info=1424

Siaran Pers No. 24/PIH/KOMINFO/2/2010
Larangan Promosi Tarif Gratis Layanan Telekomunikasi Untuk Lintas Operator (Off Net) Terhitung Mulai Tanggal 15 Pebruari 2010


(Jakarta, 13 Pebruari 2010). Sebagai tindak lanjut adanya surat Ketua BRTI Basuki Yusuf Iskandar yang juga merangkap sebagai Plt Dirjen Postel No. 306/BRTI/XII/2009 tanggal 30 Desember 2009 perihal program promo layanan telekomunikasi, maka pada tanggal 12 Pebruari 2010 di Ditjen Postel Kementerian Kominfo telah berlangsung suatu pertemuan yang khusus membahas masalah larangan promosi tariff gratis layanan telekomunikasi. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Plt Dirjen Postel tersebut dihadiri oleh para direksi penyelenggara telekomunikasi (dan yang mewakili) serta beberapa anggota KRT-BRTI. Untuk sekedar referensi, surat yang ditujukan kepada para Direktur Utama dri 12 penyelenggara telekomunikasi tersebut (Telkom, Indosat, Telkomsel, XL Axiata, Smart Telecom, Bakrie Telecom, Mobile-8 Telecom, Pasifik Satelit Nusantara, Natrindo Telepon Seluler, Batam Bintan Telekomunikasi, Hutchinson CP Telecommunication dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia) pada intinya menyebutkan, bahwa BRTI tetap mengingatkan tentang larangan promosi tarif gratis mengingat hasil monitoring di lapangan masih ditemu-kenali adanya pemberlakuan tarif gratis lintas penyelenggara telekomunikasi (off net) dan juga mengingatkan perlu segera dibuatkannya code of conduct yang mengatur etika dan tata krama dalam promosi layanan telekomunikasi di Indonesia.

Setelah cukup lama berlangsung pembahasan yang sangat intensif, akhirnya rapat sepakat memutuskan, bahwa terhitung mulai jam 00.00 WIB tanggal 15 Pebruari 2010 (malam Senin) para penyelenggara telekomunikasi tersebut tidak boleh lagi melakukan promosi tarif gratis layanan telekomunikasi untuk lintas penyelenggara telekomunikasi (off net) melalui media massa (media cetak, media elektronik dan media on-line). Sedangkan promosi tarif gratis yang menggunakan out-door media seperti misalnya baliho dan lain sebagainya yang sifatnya permanen penempatannya dimungkinkan untuk melakukan penyesuaian dalam beberapa hari ke depan mengingat dibutuhkan penanganan teknis tersendiri. Keputusan ini diambil secara demokratis, karena sebelum diambil keputusan, BRTI memandang perlu untuk sekali lagi mendengar aspirasi dari seluruh pandangan yang disampaikan oleh para penyelenggara telekomunikasi. Dengan demikian, tidak ada yang disebut keputusan sepihak oleh BRTI karena apapun aspirasi, keberatan dan pandangan yang ada dimungkinkan untuk diekspresikan secara bebas dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan tersebut menjadi sangat penting, karena sesungguhnya pada tanggal 24 Desember 2008 BRTI pernah juga mengirimkan surat No. 325/BRTI/XII/BRTI perihal larangan promosi tarif nol dan dan pemberian bonus gratis untuk layanan SMS antar operator. Namun dalam perkembangannya, larangan tersebut belum dipatuhi seluruhnya, dengan pertimbangan di kalangan penyelenggara telekomunikasi, yang menginginkan agar pengaturan tarif promosi layanan SMS lintas operator diatur oleh para penyelenggara telekomunikasi dengan membuat code of conduct yang mengatur mengenai etika dan tata krama berpromosi layanan telekomunikasi. Keinginan penyusunan code of conduct tersebut direspon positif oleh BRTI dalam pertemuannya pada tanggal 25 Agustus 2009. Pada sisi yang lain, keinginan BRTI untuk tetap mengingatkan larangan promosi tarif gratis off net ini selain karena mengacu pada mekanisme pengaturan tarif yang tersebut pada Peraturan Menteri Kominfo No. 9/PER/M.KOMINFO/4/2008 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Jasa Telekomunikasi Yang Disalurkan Melalui Jaringan Bergerak Seluler dan Peraturan Menteri Kominfo No. 15/PER/M.KOMINFO/4/2008 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Teleponi Dasar Yang Disalurkan Melalui Jaringan Tetap, juga yang lebih penting lagi adalah mengacu pada ketentuan yang terkait dengan masalah kualitas layanan telekomunikasi sebagaimana yang diatur di dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 12/PER/M.KOMINFO/4/2008 tentang Standar Kualitas Pelayanan Jasa Teleponi Dasar Pada Jaringan Bergerak Seluler dan Peraturan Menteri Kominfo No. 13/PER/M.KOMINFO/4/2008 tentang Standar Kualitas Pelayanan Jasa Teleponi Dasar Pada Jaringan Tetap Mobilitas Terbatas.

Dengan adanya kepastian larangan ini, sekarang tidak ada lagi alasan bagi para penyelenggara telekomunikasi untuk menunda-nunda pelaksanaannya sebagaimana yang selama ini sering terjadi. Karena jika larangan itu tidak segera dilaksanakan, BRTI mungkin akan menyerahkan permasalahannya pada KPPU karena berdasarkan temuan di lapangan terdapat beberapa penyelenggara telekomunikasi tertentu yang diduga telah memberikan layanan SMS dengan harga di bawah ketentuan yang diatur di dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 9/PER/M.KOMINFO/4/2008. Sehubungan dengan itu, Kementerian Kominfo dan BRTI menyampaikan apresiasinya atas sikap kooperatif dari para penyelenggara telekomunikasi. Hanya saja, tinggal nanti pelaksanaan di lapangan apakah larangan tersebut akan benar-benar ditaati atau tidak. Sedangkan mengenai penyusunan rancangan code of conduct, BRTI cukup dapat memahami penundaan penyelesaian yang berlangsung di kalangan internal para penyelenggara telekomunikasi. BRTI bahkan juga menawarkan diri untuk memfasilitasi (pendampingan) seandainya harus berkonsultasi ke KPPU dengan tujuan agar supaya penyusunan code of conduct tersebut tidak ditafsirkan sebagai suatu kebijakan para penyelenggara telekomunikasi yang bertentangan dengan UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Pemberlakuan larangan tarif gratis ini tidak dimaksudkan oleh Pemerintah dan BRTI untuk tidak memungkinkan adanya penerapan tariff layanan telekomunikasi yang murah, terjangkau dan kompetitif. Dalam konteks esensi tarif murah tersebut, Kementerian Kominfo dan BRTI tidak perlu lagi diragukan komitmennya, sebagaimana pada awal tahun 2008 sudah bersama-sama para penyelenggara telekomunikasi menyelesaikan suatu perhitungan biaya interkoneksi, yang dalam pelaksanaannya diwujudkan dalam bentuk penurunan tarif telekomunikasi yang cukup radikal mulai awal bulan April 2008. Namun demikian, Kementerian Kominfo dan BRTI tidak ingin persaingan tarif ini diwarnai dengan sejumlah kegiatan promosi tarif gratis off net, yang tidak hanya berdampak pada buruknya kualitas layanan telekomunikasi, juga dapat menimbulkan persaingan bisnis yang tidak sehat. Penjelasan ini perlu disampaikan untuk menepis persepsi sebagian warga masyarakat khususnya pengguna layanan telekomunikasi bahwa pemerintah dianggapnya tidak pro konsumen. Kementerian kominfo dan BRTI melalui kebijakan larangan tarif gratis off net justru menunjukkan keberpihakannya pada konsumen, karena para pengguna akan tetap memperoleh kualitas layanan yang cukup baik dan tidak disuguhi oleh sejumlah promosi yang kadang cukup membingungkan. Selain itu, pilihan penerapan tarif yang semurah-murahnya tetap sangat dimungkinkan, asal tidak gratis untuk lintas penyelenggara telekomunikasi. Dengan demikian, keputusan ini diambil dengan pertimbangan dari berbagai aspek dan dengan penuh kehati-hatian dan tidak atas suatu tekanan dari pihak manapun.

----------
Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo (Gatot S. Dewa Broto, HP: 0811898504, Email: gatot_b@postel.go.id, Tel/Fax: 021.3504024).

READ MORE

Siaran Pers No. 22/PIH/KOMINFO/2/2010

Posted by phychole On 0 komentar
Ini aku kutip dari http://www.postel.go.id/update/id/baca_info.asp?id_info=1422

Siaran Pers No. 22/PIH/KOMINFO/2/2010

Sikap Kementerian Kominfo Dalam Menyikapi Peningkatan Maraknya Penyalah-Gunaan Layanan Internet

(Jakarta, 11 Pebruari 2010) . Menyikapi maraknya penyalah-gunaan layanan internet yang kecenderungannya semakin meningkat pada beberapa minggu terakhir ini, Kementerian Kominfo pada tanggal 10 Pebruari 2010 telah mengadakan rapat koordinasi bersama para mitra kerja Kementerian Kominfo, yang bergerak di bidang penyelenggaraan multimedia, khususnya jasa internet. Pertemuan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekjen Kementerian Kominfo Basuki Yusuf Iskandar (yang mewakili Menteri Kominfo Tifatul Sembiring) dan kemudian secara teknis pembahasannya dipimpin langsung oleh Dirjen Aplikasi Telematika Ashwin Sasongko. Rapat koordinasi ini sebenarnya untuk membahas kelanjutan dan bahkan juga peningkatan kampanye internet sehat dan aman sebagaimana yang sudah beberapa tahun terakhir ini cukup banyak difasilitasi oleh Kementerian Kominfo. Namun dalam perkembangannya, juga membahas berbagai hal yang terkait dengan isyu aktual tentang beberapa kejadian penyalah gunaan layanan internet.

Beberapa hal penting yang perlu diketahui oleh masyarakat umum adalah sebagai berikut:

  1. Bagi Kementerian Kominfo dan para mitra kerja, kemajuan tehnologi informasi suatu kondisi faktual yang perlu ditingkatkan pemanfaatannya bagi kepentingan masyarakat umum di berbagai bidang kehidupan. Tidak ada lagi kamus atau niat bagi Kementerian Kominfo dan para mitra kerja untuk surut dalam pengembangan ICT meski ada gejala penyalah-gunaan internet. Pada dasarnya, perkembangan ICT tersebut dapat merupakan dua sisi yang saling bertentangan: bisa positif dan sebaliknya, dan itu semua tergantung tujuan penggunaannya.
  2. Terhadap layanan internet yang saat ini populer seperti Facebook misalnya, maka jejaring sosial tersebut pada dasarnya positif kehadirannya karena banyak manfaatnya dibanding mudaratnya. Bahwasanya kemudian ditemu-kenali adanya kriminalitas melalui Facebook , maka hal itu bukan karena Facebook -nya, tetapi karena adanya pihak yang memiliki motivasi negatif yang menggunakannya. Bagaimana pun juga penggunaan Facebook didasari oleh terms of ciondition yang harus dipatuhi. Hal ini perlu diinformasikan agar jangan sampai sebagian masyarakat (khususnya sebagian orang tua) merasa panik dan melarang penggunaannya. Yang perlu dilakukan adalah sikap kehati-hatian untuk tidak mempublikasikan data pribadi terlalu vulgar dan bebas, karena memungkinkan orang lain yang akan memanfaatkan data tersebut secara leluasa untuk tujuan negatif.
  3. Adanya tindakan negatif yang menggunakan layanan internet (seperti misalnya prostitusi, pornografi, perjudian, cyberbullying , pemerasan dan tindak kriminal lainnya) bukan berarti hanya karena gara-gara adanya kehadiran layanan internet, maka sejumlah tindakan negatif tersebut berkembang pesat. Hal ini perlu ditegaskan, karena sebelum adanya layanan internet pun hal-hal negatif seperti tersebut di atas sudah marak berkembang di tengah masyarakat sesuai dengan kondisi kesejarahan peradaban masyarakat, karena pada hakekatnya tehnologi itu netral dan sangat tergantung pada tujuan penggunaannya. Hanya saja memang diakui, bahwa kehadiran layanan internet cukup berkontribusi terhadap peningkatan tindakan negatif tersebut dengan berbagai variasi yang ada. Itulah sebabnya yang sangat mendesak dilakukan oleh Kementerian Kominfo adalah untuk meningkatkan sosialisasi UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE sebagai salah satu payung hukum untuk mengeliminasi penyalah gunaan internet.
  4. Kementerian Kominfo memberikan apresiasi kepada sejumlah mitra kerja, yang sesungguhnya sudah berusaha untuk melakukan upaya self filtering , sebagaimana suatu sistem (yang disebut DNS Nawala) yang sudah dikembangkan oleh Awari (Asosiasi Warung Internet Indonesia) dan telah digunakan secara gratis oleh pengguna internet di seluruh Indonesia yang membutuhkan konten terseleksi. Sistem itu secara spesifik mengurangi konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai agama, norma sosial, adat istiadat, dan kesusilaan serta dapat juga memblokir situs yang berbahaya seperti penyesatan. Pola self filtering ini juga telah dikembangkan oleh beberapa penyelenggara jasa internet, sehingga memungkinkan pihak pengguna untuk memilih layanan yang dikehendaki. Meskipun demikian, Kementerian Kominfo mendesak para mitra kerjanya untuk lebih massif dan komprehensif dalam memperkecil dampak negatif pemanfaatan internet.
  5. Kementerian Kominfo akan terus melakukan dan bahkan meningkatkan kampanye internet sehat dan aman bersama dengan para mitra kerja dengan berbagai variasi sistem dan cara yang digunakan dengan tujuan untuk lebih banyak memberikan sosialisasi dan kesadaran bagi masyarakat umum tentang esensi penggunaan internet secara sehat dan aman.
  6. Kementerian Kominfo akan terus melakukan filtering terhadap konten internet yang diduga bertentangan dengan ketentuan yang berlaku, namun dengan cara yang elegan, cepat, koordinatif dan sistematis secara terus menerus. Untuk itu, panduan internet sehat yang dikembangkan oleh ICT Watch bersama Kementerian Kominfo akan disebar-luaskan semakin banyak.
  7. Kementerian Kominfo menyadari, bahwa orang tua memegang peranan penting dalam memberikan panduan bagi anak-anak untuk memanfaatkan layanan internet secara parental guidance . Hanya saja, mengingat dibutuhkan upaya kerja keras bagi orang tua untuk memahami pengetahuan dan aplikasi ICT yang notabene bukan sesuatu yang mudah dipahami seketika dibandingkan ketika membimbing anak-anak untuk menyaksikan layanan televisi, maka pola pembimbingan dan pengawasan tidak boleh hanya sepenuhnya tergantung pada orang tua saja (belum lagi dengan tingkat kesibukannya dalam mencari nafkah sehari-hari), tetapi faktor eksternal lain yang terkait harus juga turut bertanggung-jawab, termasuk juga kalangan pendidikan terhadap para anak didiknya.

Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Kominfo juga bermaksud memberitahukan adanya Rancangan Peraturan Menteri Kominfo tentang Konten Multimedia. Rancangan yang sesungguhnya sudah cukup lama disusun tersebut mulai hari ini tanggal 11 Pebruari 2010 s/d 19 Pebruari 2010 dipublikasikan dengan tujuan untuk memperoleh tanggapan publik secara kritis. Tanggapan, komentar, kritik, saran dan perubahan terhadap substansi rancangan tersebut dapat dikirimkan ke alamat email: gatot_b@postel.go.id. Latar belakang dan pertimbangan utama disusunnya rancangan ini adalah, bahwa konten memiliki peranan, pengaruh, dan dampak yang signifikan dalam penyelenggaraan jasa multimedia, baik terhadap penyelenggara jasa multimedia itu sendiri maupun terhadap masyarakat pada umumnya dan pada khususnya anggota masyarakat yang merasa dirugikan oleh pembuatan, pengumuman, dan/atau penyebarluasannya. Di samping itu, bahwa untuk membina industri penyelenggara jasa multimedia agar senantiasa mampu menghadapi berbagai tantangan dan persoalan yang terjadi baik di tingkat dalam negeri maupun Internasional, maka pemerintah perlu memberikan pedoman kepada penyelenggara jasa multimedia mengenai pengelolaan konten multimedia. Adapun beberapa hal pokok yang diatur di dalam rancangan ini adalah sebagai berikut:

  1. Maksud dari pembentukan Peraturan Menteri Kominfo ini adalah untuk melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akibat penyalahgunaan Informasi Elektronik, Dokumen Elektronik dan Transaksi Elektronik yang mengganggu ketertiban umum.
  2. Tujuan dari pembentukan Peraturan Menteri Kominfo ini adalah untuk memberikan pedoman kepada Penyelenggara untuk bertindak secara patut, teliti, dan hati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan usahanya yang terkait dengan Konten Multimedia.
  3. Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya konten yang menurut peraturan perundang-undangan merupakan: konten pornografi; dan konten lain yang menurut hukum tergolong sebagai konten yang melanggar kesusilaan.
  4. Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya konten yang menawarkan perjudian.
  5. Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten yang mengandung muatan mengenai tindakan yang merendahkan keadaan dan kemampuan fisik, intelektual, pelayanan, kecakapan, dan aspek fisik maupun non fisik lain dari suatu pihak.
  6. Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten yang mengandung: muatan berupa berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik, yaitu Konten mengenai suatu peristiwa atau hal yang tidak benar atau tidak berdasarkan fakta yang dinyatakan sedemikian rupa sehingga menurut penalaran yang wajar Konten tersebut adalah benar atau autentik, yang secara materil dapat mendorong konsumen untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat mengakibatkan kerugian pada konsumen; muatan yang bertujuan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) meliputi Konten mengenai penghinaan dan/atau menyatakan informasi yang tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta mengenai suatu suku, agama, ras, atau golongan; muatan mengenai pemerasan dan/atau pengancaman meliputi Konten yang ditransmisikan dan/atau diumumkan melalui Perangkat Multimedia yang bertujuan untuk melakukan kegiatan pemerasan dan/atau pengancaman; dan/atau muatan berupa ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi meliputi Konten yang ditransmisikan dan/atau diumumkan melalui Perangkat Multimedia yang bertujuan untuk melakukan ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.
  7. Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten yang mengandung: muatan privasi, antara lain Konten mengenai isi akta otentik yang bersifat pribadi dan kemauan terakhir ataupun wasiat seseorang, riwayat dan kondisi anggota keluarga, riwayat, kondisi dan perawatan, pengobatan kesehatan fisik, dan psikis seseorang, kondisi keuangan, aset, pendapatan, dan rekening bank seseorang, hasil-hasil evaluasi sehubungan dengan kapabilitas, intelektualitas, dan rekomendasi kemampuan seseorang, dan/atau catatan yang menyangkut pribadi seseorang yang berkaitan dengan kegiatan satuan pendidikan formal dan satuan pendidikan nonformal; dan/atau muatan hak kekayaan intelektual tanpa izin dari pemegang hak kekayaan intelektual yang bersangkutan.
  8. Penyelenggara wajib memantau seluruh Konten dalam layanannya yang dimuat, ditransmisikan, diumumkan, dan/atau disimpan oleh Pengguna yang dilakukan dengan cara: membuat aturan penggunaan layanan; melakukan pemeriksaan mengenai kepatuhan Pengguna terhadap aturan penggunaan layanan Penyelenggara; melakukan Penyaringan; menyediakan layanan Pelaporan dan/atau Pengaduan; menganalisa Konten Multimedia yang dilaporkan dan/atau diadukan oleh Pengguna; dan menindaklanjuti hasil analisis atas Laporan dan/atau Pengaduan dari suatu Konten Multimedia.
  9. Aturan penggunaan layanan sebagaimana dimaksud sekurang-kurangnya memuat ketentuan mengenai: larangan bagi Pengguna untuk memuat Konten yang menurut Peraturan Menteri ini merupakan Konten yang dilarang; keharusan bagi Pengguna untuk memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai identitas dan kontaknya saat mendaftar; keharusan bagi Pengguna untuk tunduk pada hukum negara Republik Indonesia; keharusan bagi Pengguna untuk menyetujui bahwa jika Pengguna melanggar kewajibannya, maka Penyelenggara dapat menutup akses ( blocking ) A kses dan/atau menghapus Konten Multimedia yang dimaksud; keharusan bagi Pengguna untuk menyetujui ketentuan privasi yang paling sedikit mengenai: kesediaan Pengguna untuk mengizinkan Penyelenggara menyimpan data pribadi dan data penggunaan layanan; dan/atau kesediaan Pengguna untuk mengizinkan Penyelenggara mengungkapkan data pribadi dan data penggunaan layanan kepada aparat penegak hukum dan/atau Menteri apabila ada dugaan mengenai perbuatan melawan hukum terkait pemuatan suatu Konten.
  10. Penyelenggara dilarang membuat aturan penggunaan layanan yang menyatakan bahwa Penyelenggara tidak bertanggungjawab atas penyelenggaraan jasanya yang digunakan untuk memuat, mendistribusikan, mentransmisikan, membuat dapat diaksesnya, dan/atau menyimpan Konten Multimedia.
  11. Penyelenggara wajib melakukan pemeriksaan secara rutin mengenai kepatuhan Pengguna terhadap aturan penggunaan layanan Penyelenggara.
  12. Penyaringan sebagaimana dimaksud dilakukan dengan mengoperasikan Sistem Elektronik yang memiliki fungsi sebagai sarana Penyaringan menurut upaya terbaik Penyelenggara sesuai dengan kapasitas Teknologi Informasi, kapasitas finansial, dan otoritas yang dimilikinya.
  13. Penyelenggara wajib memastikan bahwa Sistem Elektronik sebagaimana dimaksud andal dan aman serta bertanggung jawab sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
  14. Penyediaan layanan pelaporan dan/atau Pengaduan sebagaimana dimaksud dilakukan dengan menggunakan sarana yang mudah diaplikasikan oleh Pengguna dalam memberikan atau menerima Laporan dan/atau Pengaduan mengenai keberadaan Konten yang dilarang.
  15. Sarana pelaporan dan/atau Pengaduan sebagaimana dimaksud dapat berupa: surat elektronik; sarana telekomunikasi; surat melalui pos; dan sarana komunikasi lainnya yang umum.
  16. Penyelenggara wajib memastikan bahwa sarana pelaporan dan/atau Pengaduan sebagaimana dimaksud andal dan aman serta bertanggung jawab sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
  17. Penyelenggara wajib menindaklanjuti Laporan dan/atau Pengaduan dengan cara melakukan analisis Konten paling lambat 3 hari setelah Laporan dan/atau Pengaduan diterima.
  18. Pada saat proses analisa Laporan dan/atau Pengaduan sebagaimana dimaksud, Penyelenggara wajib menandai Konten tersebut, sehingga Pengguna mengetahui bahwa Konten tersebut diduga merupakan Konten yang dilarang.
  19. Hasil analisis sebagaimana dimaksud diklasifikasikan dalam 3 predikat sebagai berikut: a. konten yang dilarang; b. konten yang tidak dilarang; atau c. konten yang belum jelas dan akan diteruskan ke Tim Konten Multimedia.
  20. Penindaklanjutan hasil analisis atas Laporan dan/atau Pengaduan dari suatu Konten sebagaimana dimaksud dilakukan dalam jangka waktu paling lama 3 x 24 jam sejak Laporan dan/atau Pengaduan tersebut diterima.
  21. Penyelenggara wajib meminta Pengguna untuk menghapus dari Sistem Elektronik Penyelenggara Konten yang telah diputuskan oleh Penyelenggara atau Tim Konten Multimedia sebagai Konten yang dilarang.
  22. Apabila permintaan Penyelenggara untuk menghapus Konten tidak dilaksanakan oleh Pengguna dalam jangka waktu paling lama 3 x 24 jam sejak permintaan diajukan, maka Penyelenggara wajib menutup akses ( blocking) Konten tersebut dari layanannya.
  23. Penyelenggara dapat menghapus Konten sebagaimana dimaksud apabila ada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.
  24. Penyelenggara wajib menyimpan dan mengamankan data komunikasi dan aktifitas elektronik pelanggan atau Pengguna paling singkat 3 bulan.
  25. Penyelenggara wajib memuat salinan elektronik dari Peraturan Menteri ini sebagai kesatuan yang tidak terpisahkan dari layanannya dan memastikan setiap Pengguna mengakses, membaca, mengetahui dan/atau dapat mengaksesnya.
  26. Penyelenggara wajib memberikan informasi dan bukti kepada aparat penegak hukum dalam rangka penyelidikan atau penyidikan terkait keberadaan Konten dalam Sistem Elektroniknya.
  27. Penyelenggara wajib menyampaikan Laporan pemantauan sebagaimana dimaksud kepada Dirjen Aplikasi Telematika setiap tahun.
  28. Setelah menerima Laporan dari Penyelenggara, Dirjen Aplikasi Telematika melakukan verifikasi atas kebenarannya.
  29. Setelah verifikasi selesai dilakukan, Dirjen Aplikasi Telematika mengeluarkan surat yang menginformasikan tingkat kepatuhan Penyelenggara dan surat tersebut disampaikan kepada Penyelenggara yang bersangkutan dan diumumkan kepada masyarakat.
  30. Penyelenggara harus menyelenggarakan jasa Multimedia secara andal dan aman serta bertanggungjawab terhadap beroperasinya jasa Multimedia sebagaimana mestinya.
  31. Penyelenggara bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan jasa Multimedia yang dilakukan.
  32. Ketentuan sebagaimana dimaksud tidak berlaku dalam hal dapat dibuktikan terjadinya keadaan memaksa, kesalahan, dan/atau kelalaian pihak Pengguna
  33. Dirjen Aplikasi Telematika berwenang melakukan pemantauan dan penilaian untuk mendorong Penyelenggara mematuhi Peraturan Menteri ini.
  34. Dirjen Aplikasi Telematika dapat menjadikan penilaiannya atas kepatuhan Penyelenggara dalam melaksanakan Peraturan Menteri ini sebagai salah satu indikator prestasi Penyelenggara dalam melaksanakan ijin penyelenggaraan jasa Multimedia.
  35. Masyarakat, dan/atau Penyelenggara dapat mengajukan Laporan dan/atau Pengaduan kepada Tim Konten Multimedia mengenai keberadaan suatu Konten yang diduga merupakan Konten yang dilarang.
  36. Laporan dan/atau Pengaduan harus disampaikan dengan menyertakan identitas yang benar yang dapat dibuktikan oleh pelapor dan/atau pengadu.
  37. Laporan dan/atau Pengaduan dapat disampaikan melalui: surat elektronik; sarana telekomunikasi; surat melalui pos; dan sarana komunikasi yang umum digunakan lainnya.
  38. Penyelenggara hanya dapat mengajukan Laporan dan/atau Pengaduan apabila Penyelenggara dapat menunjukkan bukti dan alasan yang kuat bahwa Penyelenggara telah melakukan analisis pendahuluan terhadap Konten yang dimaksud dan berdasarkan hasil analisis tersebut Penyelenggara tidak memperoleh keyakinan yang kuat mengenai dilarang atau tidaknya Konten tersebut.
  39. Tim Konten Multimedia ditetapkan dengan Keputusan Menteri dengan jumlah anggota paling banyak 30 orang dan masa kerja 1 tahun.
  40. Tim Konten Multimedia dipimpin oleh seorang Ketua yang dijabat oleh Dirjen Aplikasi Telematika.
  41. Pengajuan anggota Tim Konten Multimedia dilakukan oleh Dirjen Aplikasi Telematika dengan mempertimbangkan faktor kompetensi, integritas, dan independensi.
  42. Komposisi Tim Konten Multimedia terdiri atas 50% dari unsur Pemerintah dan 50% dari unsur masyarakat yang berkualifikasi sebagai ahli atau profesional.
  43. Tim Konten Multimedia dibantu oleh sekretariat yang susunannya akan ditetapkan lebih lanjut dalam Keputusan Dirjen Aplikasi Telematika.
  44. Menteri menetapkan Tim Konten Multimedia paling lambat 1 tahun sejak dikeluarkannya Peraturan Menteri ini.
  45. Pelaksanaan pemeriksaan terhadap satu atau serangkaian Konten yang berdasarkan Laporan dan/atau Pengaduan dari masyarakat, penegak hukum, dan/atau Penyelenggara diduga merupakan Konten yang dilarang, dilakukan oleh 5 orang anggota Tim Konten Multimedia, yang untuk selanjutnya disebut Kelompok Kerja, yang keanggotaannya terdiri dari: 2 orang dari lingkungan Departemen Kominfo; dan/atau 3 orang dari selain lingkungan Departemen Kominfo yang keilmuannya terkait dengan Konten yang akan diperiksa.
  46. Susunan anggota dan ketua Kelompok Kerja ditetapkan oleh Ketua Tim Konten Multimedia.
  47. Pemeriksaan terhadap Laporan dan/atau Pengaduan mengenai Konten yang diduga merupakan Konten yang dilarang dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: analisis pendahuluan; pemeriksaan substantif; pengajuan hasil penilaian.
  48. Analisis pendahuluan sebagaimana dimaksud dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: pendistribusian Konten yang akan diperiksa kepada seluruh anggota Kelompok Kerja; masing-masing anggota Kelompok Kerja memberikan pendapatnya secara tertulis berdasarkan hasil analisis dari segi kepakaran, pengalaman, dan kebijaksanaannya; berbagai pendapat tersebut dimusyawarahkan oleh seluruh anggota Kelompok Kerja;
    perumusan hasil analisis pendahuluan; dan penyusunan rencana pemeriksaan substantif.
  49. Pemeriksaan substantif sebagaimana dimaksud dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: Kelompok Kerja meminta konfirmasi kepada pihak yang membuat Konten yang dimaksud melalui surat elektronik, sarana telekomunikasi, surat melalui pos, dan sarana komunikasi yang umum digunakan lainnya berdasarkan rumusan hasil analisis pendahuluan; Pihak yang dimintai konfirmasi wajib memberikan jawaban paling lambat 3 hari setelah tanggal penerimaan permintaan konfirmasi; Kelompok Kerja melakukan analisis terhadap jawaban yang diberikan oleh pihak yang dimintai konfirmasi; dan Kelompok Kerja merumuskan hasil analisis pemeriksaan substantif.
  50. Pengajuan hasil penilaian pemeriksaan sebagaimana dimaksud dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: pelaporan Kelompok Kerja kepada Tim Konten Multimedia mengenai pelaksanaan pemeriksaan dengan menyampaikan usulan hasil pemeriksaan dan alasannya; dan penyampaian hasil pemeriksaan dari Tim Konten Multimedia kepada Menteri.
  51. Hasil pemeriksaan Kelompok Kerja diklasifikasikan menjadi 2 (dua) predikat sebagai berikut. Konten yang dilarang; dan Konten yang tidak dilarang
  52. Ketua Tim Konten Multimedia setelah menerima usulan hasil pemeriksaan dari Kelompok Kerja melakukan hal-hal sebagai berikut: melakukan pembahasan atas usulan, apabila dianggap perlu; menetapkan hasil pemeriksaan; dan memberitahukan hasil pemeriksaan kepada pelapor dan/atau pengadu.
  53. Apabila Ketua Tim Konten Multimedia telah menyatakan bahwa Konten yang ada pada Sistem Elektronik Penyelenggara adalah Konten yang dilarang, maka Penyelenggara wajib: meminta Pengguna untuk menghentikan kegiatan pembuatan, pemuatan, pentransmisian, pengumuman, dan/atau penyimpanan Konten yang dimaksud; meminta Pengguna untuk menghapus Konten yang dimaksud; menghambat Akses pada Konten yang dimaksud; dan/atau melakukan tindakan lain yang patut, teliti, dan hati-hati untuk memastikan Konten yang dimaksud tidak lagi ada dan/atau tidak lagi dapat diakses pada Sistem Elektroniknya.
  54. Penyelenggara wajib menutup akses ( blocking ) Konten yang telah dinyatakan oleh Tim Konten Multimedia sebagai Konten yang dilarang dari Sistem Elektroniknya dalam waktu paling lambat 3 hari setelah tanggal penerimaan pemberitahuan.
  55. Penyelenggara yang melakukan kesengajaan atau kelalaian dalam memenuhi ketentuan penutupan akses ( blocking ) sebagaimana dimaksud dapat dikenakan sanksi administratif.
  56. Menteri dapat mengenakan sanksi administratif kepada Penyelenggara yang melanggar Pasal 8; Pasal 9 ayat (3); Pasal 10 ayat (2); Pasal 11 ayat (3); Pasal 12 ayat (2); Pasal 13; Pasal 15; Pasal 16; Pasal 17; Pasal 18 ayat (1); ayat (2); Pasal 19 ayat (1); Pasal 29, atau Pasal 30 .
  57. Sanksi administratif sebagaimana dimaksud berupa teguran tertulis, denda administratif, pembatasan kegiatan usaha, dan/atau pencabutan izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  58. Pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak menghapuskan pertanggungjawaban pidana.
  59. Peraturan Menteri ini mulai berlaku setelah 1 tahun sejak tanggal penetapan.

---------------

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo (Gatot S. Dewa Broto; HP: 0811898504; Email; gatot_b@postel.go.id; Tel/Fax: 021.3504024).

READ MORE

Ada Apa Dengan Facebook????

Posted by phychole On Sabtu, 13 Februari 2010 0 komentar


hm.. Pagi pagi jam 7 setiap harinya tukang koran mengantarkan koran ke sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Probolinggo Komisariat Teknik. Dengan senyum ramah tukang koran itu memberikan koran kepada pengurus. Begitu koran di terima langsung di jepret pake staples agar ga ilang dan ga amburadul....

Aku baca baca dan baca. Aku berhenti di laporan yang tak liat hampir ada setiap hari namun dengan cerita berbeda. Gadis hilang karena teman di facebook, Janjian dengan teman facebook anak hilang, kabur dengan teman facebook dan topik topik yang lain. Semua ini terjadi karena facebook. Dan korbannya kebanyakan anak anak remaja.

Kalo kita telaah, sebenarnya gimana sih facebook ini?? Apakah facebook jahat? Apakah facebook pencuri? Bisa membunuh??

Pada tanggal 4 Pebruari 2004 lalu, Mark Elliot Zuckerberg menerbitkan facebook nya ke dunia internet. Pada saat itu Facebook hanya di gunakan oleh siswa Havard College saja. Sebelum akhirnya tenar seperti saat ini.

Namun berkembangnya facebook hingga ke masyarakat luas, utamanya di Indonesia tak urung banyak menimbulkan korban, utamanya anak anak ABG. Fasilitas seperti Foto dan update Status secara berkala membuat facebook tenar dari pada yang lainnya. Kemudahan mengaksesnya juga menjadi salah satu pilihan kenapa facebook di nikmati.

Banyak tujuan dari facebooker yang tentu berbeda beda. Bagi yang belum punya pasangan, facebook bisa menjadi ajang pencarian jodoh. Dengan melihat Update status seseorang, info dan fotonya kita akan mengetahui kepribadian seseorang. Namun, tak semuanya berjalan dengan benaar. Jika anda sering melihat berita, berapa kali sudah kasus hilangnya orang karena Facebook.

Padaha apabila kita bisa memanfaatkan facebook dengan benar, maka anda akan memperoleh suatu kejutan dari facebook. Kita bisa mendapat relasi kerja dari facebook. Serta tambahan pengetahuan yang di sebarkan teman teman kita.

Jadi facebookan sih boleh, asal kalian jangan keblabas saja. Jangn mudah di perdaya oleh orang yang hanya kita kenal lewat facebook saja. Mari kita berhati hati sejak sekarang, karena kejahatan bisa menyerang siapaun.
READ MORE

Menghitung Kecepatan Terbukanya Web

Posted by phychole On Jumat, 12 Februari 2010 0 komentar

Seberapa cepat sih web anda untuk dibuka???
Tentunya kecepatan terbukanya web akan membuat visitor senang mengunjungi website kita
Untuk mengetahui seberapa cepat web kita untuk di buka visitor, anda bisa mencoba aplikasi ini.
Silahkan anda kunjungi

http://www.numion.com/Stopwatch/

Semoga bermanfaat
READ MORE

Mengapa Takut Kehilangan Uang???

Posted by phychole On Rabu, 10 Februari 2010 1 komentar


WASHINGTON - Takut kehilangan uang adalah hal yang wajar dan sangat manusiawi. Sebuah studi ilmiah menyebutkan, hal ini disebabkan karena amygdala, atau pusat rasa takut pada otak mengontrol respons terhadap situasi saat berspekulasi.

Temuan ini memperlihatkan sudut pandang baru soal perilaku ekonomi, dan menunjukkan bahwa manusia akan semakin waspada terhadap hal-hal berharga yang dimilikinya.

Benedetto De Martinoa dari California Institute of Technology di Pasadena kemudian mencari tahu mengapa orang-orang zaman sekarang enggan bertaruh meskipun sebenarnya mereka yakin akan menang.

"Hasil studi mengemukakan, orang-orang kerap menghindari risiko bertaruh bahkan ketika mereka mungkin saja mendapatkan perolehan yang secara substansi memiliki nilai lebih besar," kata Martinoa seperti dikutip dari Reuters, Selasa (9/2/2010).

Martinoa kemudian memberikan contoh, seseorang akan menghindari spekulasi saat dihadapkan pada dua pilihan, apakah akan kehilangan USD10 atau memenangkan USD15, meskipun sebenarnya nilai pertaruhan sudah positif senilai USD2,50.

Martinoa dan timnya meneliti dua partisipan penderita kelainan genetik yang dinamakan Urbach-Wiethe. Dalam kondisi seperti ini, pasien menderita kerusakan pada bagain amygdala di otak yang mengontrol rasa takut dan emosi akut lainnya.

Peneliti kemudian membandingkan respons kedua partisipan dengan 12 orang partisipan lain yang otaknya tidak mengalami kerusakan. Para partisipan kemudian diminta untuk berspekulasi saat dihadapkan pada dua pilihan. Yang pertama, kemungkinan bahwa mereka bisa memenangkan USD20 atau kehilangan USD5.

Sementara situasi kedua, kemungkinan bahwa mereka akan memenangkan atau kehilangan USD20. Para partisipan cenderung memilih situasi yang pertama, dan menolak situasi yang kedua. Sementara dua pasien yang mengalami kerusakan pada amygdala nampak sama sekali tidak takut untuk memilih situasi kedua, bahkan ketika risiko kehilangan ditambah lebih besar lagi menjadi USD50.

Menurut Martinoa, hal ini memperlihatkan bahwa amygdala berperan kuat menimbulkan perasaan takut dan khawatir untuk bertaruh, terutama jika dihadapkan pada risiko kehilangan yang besar.

"Amygdala yang berfungsi dengan baik akan membuat kita lebih berhati-hati. Kita semua kini tahu bahwa amygdala memiliki peranan dalam menimbulkan ketakutan. Amygdala jugalah yang membuat kita takut akan resiko kehilangan uang," tandasnya. (rah)
Bagian Otak yang menyebabkan orang takut kehilangan uang

Pasadana, Peneliti menemukan bagian otak bernama amygdala yang menjadi penyebab kenapa orang takut kehilangan uang. Normalnya, orang akan takut kehilangan uang dan berhati-hati saat bertindak, namun mereka yang amygdala-nya rusak tidak punya rasa takut itu.

Orang bijak mengatakan hidup adalah proses menuju kehilangan. Tapi tetap saja manusia takut dan sangat menjaga apa yang dipunyainya agar tak hilang terutama uang. Peneliti menemukan jawabannya ini semua gara-gara amygdala.

Sebuah studi membuktikan secara ilmiah mengapa ada orang yang takut kehilangan uang tapi ada juga yang tidak. Perbedaan bagian otak yang bernama amygdala adalah penyebabnya. Jika Anda masih punya rasa takut kehilangan uang, artinya bagian amygdala pada otak masih berfungsi dengan normal.

Dalam studinya, peneliti menganalisis otak seseorang yang bermain judi. Hasilnya menunjukkan, orang yang takut kehilangan uang saat bermain judi ternyata memiliki bagian amygdala yang aktif pada bagian otaknya. Amygdala adalah bagian yang berfungsi sebagai pusat pengontrol rasa takut dalam otak.

"Hasil laboratorium dan bukti di lapangan menunjukkan bahwa seseorang cenderung menghindari risiko kehilangan meski sebenarnya mungkin ia akan mendapat sesuatu yang lebih besar jika kehilangan," kata Dr Benedetto De Martino dari the California Institute of Technology, Pasadana seperti seperti dilansir dari ABCNet, Selasa (9/2/2010).

Sebagai contoh, orang akan menghindari judi karena takut kehilangan uang US$ 10 padahal mereka bisa saja mendapatkan untung US$ 15. Tindakan ini menurut Dr Martino disebut dengan 'loss aversion' atau takut kehilangan.

Untuk mengetahui fungsi amygdala pada otak manusia, peneliti menguji dua orang perempuan dengan kondisi genetik langka yang disebut dengan penyakit Urbach-Wiethe. Penyakit itu menyebabkan kerusakan bagian amygdala dan membuat seseorang tidak bisa mengontrol rasa takut atau emosi lainnya.

Peneliti membandingkan kedua perempuan itu dengan 12 partisipan lainnya yang tidak memiliki penyakit tersebut. Studi ini hanya menggunakan sedikit partisipan karena secara etika, tidak etis rasanya melukai dan membongkar isi otak manusia untuk mengetahui apa yang terjadi di dalamnya.

Para partisipan diminta untuk melakukan judi dimana akan ada dua kemungkinan yang dihasilkan. Kemungkinan pertama adalah partisipan akan memenangkan US$ 20 atau kehilangan US$ 5. Kemungkinan kedua adalah partisipan akan memenangkan atau kehilangan US$ 20.

Hasilnya menunjukkan kedua perempuan yang punya penyakit Urbach-Wiethe ternyata memilih pilihan kedua, yaitu mengambil risiko kehilangan yang lebih besar. Hal ini membuktikan bahwa bagian amygdala pada otaknya memang tidak berfungsi sehingga ia cenderung tidak takut kehilangan uang.

"Seseorang dengan amygdala normal harusnya bisa lebih berhati-hati dalam bertindak dan punya rasa takut akan kehilangan," kata Ralph Adolphs.

Studi yang dilaporkan dalam the Proceedings of the National Academy of Science ini membantu menjelaskan mengapa ada sebagian orang yang berani mengambil risiko dan ada yang tidak. Jika seseorang tidak punya rasa takut, mungkin bagian amygdala dalam otaknya mengalami kerusakan yang mungkin disebabkan oleh faktor genetik atau DNA.(fah/ir)

Adapted from OkeZone.com and Detik.com
READ MORE

Menikmati Jalan Alternatif Lumajang - Jember

Posted by phychole On 0 komentar
Haduw, hari Selasa 9 Pebruari 2010 hari yang melelahkan. Main ke jember tuk mengurusi simcard aku. Awalnya ingin lewat jalur utara, Probolinggo - Bondowoso-Jember. Tapi aku ingin menikmati jalan alternatif yang jarang aku lewati. Lagian juga hari terakhir kendaraan umum di alihkan lewat sana. Karena hari ini (10 Pebruari 2010) Jembatan Grobokan akan di buka kembali. Udah lama ga lewat jadinya aku mau nikmati agar ada pengalaman dan cerita tersendiri gitu.

Haduw berangkat pagi belum sarapan, naek bus lancar aja. Tapi begitu masuk ke jalur alternatif, ini yang seru. Jalan yang bukan standart jalan propinsi di lewati kendaraan AKDP/AKAP padahal bisa di bilang ini adalah jalan desa. Jalannya sempit dan juga ga standart. Ada juga yang rusak di beberapa badan jalannya. Berkelok kelok dan menakutkan...

Haduw bus masih ngebut juga. Alhasil perut mules kepala pusing, Mana belum makan pagi lagi. Di goyang kanan goyang kiri. Hem,.... Menakutkan banget bus kayak mau tumpah. Tapi untung aja nggak terjadi hal itu.

Pulangnya, hujan turun dengan lebat. Ha... Gimana jalannya ya?

Waduh yang pasti jarak pandang berkurang, terus juga jalanan becek dan licin. Ada beberapa jalan yang rusak juga mesti ati ati karena berlumpur. Bisa bisa masuk ke gubangan berabe da,,,,

ya utung aja lancar...
READ MORE

Hacker, Berawal dari Pemberontakan

Posted by phychole On 0 komentar

Dari OkeZone.com pada tanggal 9 Pebruari 2010
INILAH DUNIA KAMI…Dunia elektron dan switch, beauty of the baud. Kalian menyebut kami penjahat. Karena kami menggunakan layanan yang sudah ada tanpa membayar, padahal layanan itu seharusnya sangat murah jika tidak dikuasai oleh orang-orang rakus.

Kami kalian sebut penjahat karena kami gemar menjelajah. Kami kalian sebut penjahat karena kami mengejar ilmu pengetahuan. Kami ada tanpa warna kulit, tanpa kebangsaan, tanpa bias agama. Tapi bagi kalian kami penjahat. Kami adalah penjahat. Sedangkan kalianlah yang membuat bom nuklir, mengobarkan peperangan, membunuh, berbuat curang, berbohong, dan berusaha membuat kami percaya bahwa itu semua demi kebaikan kami. Ya, aku adalah penjahat. Kejahatanku adalah keingintahuanku.

Kejahatanku adalah menilai orang berdasarkan perkataan dan pemikiran mereka, dan bukan berdasarkan penampilan mereka. Kejahatanku adalah menjadi lebih pintar dari kalian, sebuah dosa yang tak bisa kalian ampuni. Aku adalah hacker, dan inilah manifestoku. Kau bisa menghentikan satu. Tapi kau tak akan bisa menghentikan semuanya. Bagaimanapun juga, kami semua sama."

Itu merupakan ideologi hacker yang dirumuskan Loyd Blankenship yang dikenal dengan The Mentor. Ideologi itu tertuang dalam The Conscience of a Hacker (Hacker Manifesto).

Tak bisa dipungkiri, hacker menjadi fenomena di abad teknologi. Namun, hacker juga memiliki citra buruk karena dianggap penjahat. Kasus paling menghebohkan adalah pada April 2009. Hacker berhasil membobol Pentagon dan mengambil data yang sangat penting. Data tersebut dipublikasikan pada media terkemuka, Wall Street Journal. Harian tersebut merilis data sistem proyek pesawat tempur termahal Pentagon senilai USD300 miliar yang dibobol hacker itu. Proyek pesawat generasi kelima tersebut adalah Joint Strike Fighter atau yang juga dikenal dengan nama F-35 Lightning II Fighter. Wall Street Journal melaporkan bahwa para peretas komputer tersebut telah dapat meraup data mengenai desain dan sistem elektronik pesawat tersebut.

Namun, para hacker ini gagal mencuri materi yang paling sensitif. Data paling penting tersebut disimpan rapat dalam komputer yang tidak terkoneksi dengan internet. Para hacker menyerang melalui celah keamanan dalam jaringan beberapa kontraktor yang turut membangun pesawat jet canggih itu yakni Lockheed Martin Corp, Northrop Grumman Corp, dan BAE Systems PLC. Tokoh hacker yang paling mengguncang dunia adalah Gary Mc-Kinnon. McKinnon terseret ke meja hijau setelah pada 2001 dan 2002 dituduh telah membobol sistem komputer Pentagon dan Badan Antariksa AS (NASA).

Namun, McKinnon mengaku bahwa dia melakukan hal itu bukan untuk merusak atau mengobrak-abrik sistem komputer Pemerintah AS. Berdasarkan pengakuannya, dia membobol sistem komputer NASA dan Pentagon itu hanya untuk mencari informasi-informasi rahasia tentang keberadaan makhluk luar angkasa atau biasa disebut extraterrestrial (ET) dan UFO. Akibat ulahnya itu, kini dia terancam hukuman 60 tahun penjara. Pemerintah AS menyebut Mc-Kinnon bertanggung jawab atas tindakan hacking terbesar dalam sejarah, termasuk masuk ke jaringan komputer lembaga angkatan laut AS dan NASA. McKinnon menyatakan dirinya hanya menjadi contoh dan peneliti untuk menangkal para hacker yang mencoba menyusup sistem komputer AS.

Sementara pada Maret 2009, seorang pria asal Rumania bernama Eduard Lucian Mandru diciduk polisi karena membobol sistem jaringan Pentagon. Pria yang sehari-hari kuliah fakultas ekonomi itu memang handal dalam mengoperasikan komputer dan Linux. Dia menyebut dirinya sebagai Wolfenstein dan mampu menembus keamanan jaringan Pentagon pada 2006. Mandru berhasil diendus keberadaannya dan ditangkap setelah mengirimkan alamat e-mail-nya saat mengirimkan lamaran pekerjaan. Dari situ, penyamarannya dideteksi. McKinnon dan Mandru merupakan contoh kecil para pembobol Pentagon.

The Washington Post pernah melaporkan bahwa pada 1998 dalam satu tahun situs keamanan milik Pentagon telah 250.000 kali diacak-acak para hacker nakal. Ada juga beberapa mantan hacker justru menjadi konsultan keamanan di perusahaan swasta atau di institusi pemerintah. Ini membuktikan bahwa untuk menangkal hacker, harus menggunakan hacker. Dengan demikian, aksi para hacker pun akan semakin sempit.

Pada Maret 2009, Owen Thor Walker, hacker asal Selandia Baru, dipekerjakan sebagai konsultan keamanan cyber oleh TelstraClear, perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di negaranya. Padahal pada 2008, Walker digugat atas kesuksesannya menembus data 1,3 juta komputer di seluruh dunia
Gimana menurut kalian????
READ MORE

Internet layak dapat nobel

Posted by phychole On Minggu, 07 Februari 2010 0 komentar

ROMA - Internet telah terbukti mampu merevolusi dunia secara virtual. Hal ini membuat teknologi internet dinilai sebagai media yang layak memenangkan nobel perdamaian 2010.

Adalah majalah Wired versi Italia yang mempromosikan internet untuk kontribusinya di bidang perdamaian. Wired berpendapat, internet mendukung keterbukaan dialog, debat dan konsensus di alam demokrasi seperti saat ini.

Wired Italia juga meluncurkan kampanye bertajuk 'Internet for Peace' yang akan berlangsung hingga September 2010. Dengan kampanye ini pengguna internet dari berbagai latar belakang dan pengalaman bersama-sama mewujudkan suatu hal nyata yang mendukung perdamaian dan harmoni di dunia.

"Kita melihat internet sebagai komunitas besar dimana pria dan wanita dari seluruh dunia dengan berbagai perbedaan dapat berkomunikasi dan menyatakan simpati terhadap suatu permasalahan yang mengancam perdamaian dunia," kata editor Wired Riccardo Luna seperti dikutip dari Business Standard, Jumat (5/2/2010).

"Mereka bisa menyebarkan kebudayaan baru yang berpusat pada kolaborasi dan berbagi pengetahuan yang mendobrak segala rintangan," tambahnya.

Dia melanjutkan, untuk alasan ini internet sangat ampuh dalam membangun masa demi kepentingan tertentu. Melalui internet, mereka bisa bersama-sama menggalang perdamaian, menghapus kebencian dan konflik diantara mereka yang bertikai.

"Apa yang terjadi setelah pemilu di Iran kemarin merupakan satu contoh peran internet dalam penyebaran informasi secara cepat. Internet pun menjadi alat yang kuat untuk untuk mewujudkan harapan orang-orang di dunia," tandas Riccardo.

Selain di negara negara itu, di negara kita juga internet telah membuat perubahan. Terutama hadirnya facebook yang banyak membuat perdamaian. Dukungan para netter sangat mempengaruhi terhadap kegiatan hukum di negara kita. Kita tengok saja kasus prita yang awalnya di dukung oleh para blogger Indonesia kemudian berlanjut hingga kepada para Facebooker. Kemudian para netter berinisiatif mengumpulkan koin untuk membantu denda yang di putuskan oleh pengadilan. Setelah itu kita ingat juga kasus bibit dan chandra yang di dukung oleh facebooker yang mencapai 1000 member facebooker. Dan banyak lagi hasil dukungan para netter untuk perubahan. Memang Internet bisa membuat banyak perubahan.
READ MORE

Kecanduan internet picu depres

Posted by phychole On 0 komentar

Judulnya kayak gitu, Mesti ati ati neh.. ini berita lengkap dari okezone
LONDON - Berselancar di dunia maya berlama-lama dapat menguak sisi gelap seseorang. Semakin seseorang kecanduan internet, maka semakin dia akan dibuat depresi.

Hasil studi dari Catriona Morrison dan timnya dari University of Leeds, Inggris menemukan, semakin lama menghabiskan waktu berselancar di dunia maya, akan semakin memicu perasaan tidak bahagia pada diri seseorang.

Dampak buruk pada psikologis tersebut dipengaruhi oleh depresi dan kecanduan internet. Kemungkinan besar disebabkan karena orang-orang yang kecanduan internet umumnya telah menganggap dunia maya menjadi pengganti aktivitas normal mereka sehari-hari.

"Internet memainkan peranan besar dalam kehidupan modern. Namun perlu diingat pula berbagai keuntungan yang didapat dari internet tak lepas dari sisi gelap yang menemaninya," kata Morrison seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (5/2/2010).

Dalam studi yang melibatkan 1.319 partisipan ini, peneliti mewawancara orang-orang berusia antara 16 hingga 51 tahun. Mereka diminta menaksir kadar ketergantungan terhadap internet dan depresi yang ditimbulkan.

"Terdapat kesesuaian yang sangat tinggi antara lama waktu yang dihabiskan untuk berinternet dengan tingkat depresi yang ditimbulkan," kata Morrison.

Rata-rata tingkat depresi mereka diketahui lima kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak kecanduan internet. Studi ini juga menemukan, para pecandu internet yang umumnya berusia 21 tahun menghabiskan waktu lebih banyak untuk mengunjungi situs porno, game online dan komunitas online.
(ugo)
READ MORE

Facebook menyiapkan alamat email bagi pengguna

Posted by phychole On 0 komentar

Jakarta - Facebook dikabarkan sedang bersiap mengubah sistem pesannya menjadi layanan webmail. Upaya ini dinamai Project Titan.

Kabar yang konon berasal dari orang dalam mengatakan Facebook sedang menyiapkan Project Titan. Proyek ini diharapkan menjadi aplikasi web yang bisa mengalahkan Gmail, produk webmail dari Google.

Seperti dikutip detikINET dari TechCrunch, Sabtu (6/2/2010), layanan webmail Facebook ini nantinya akan memiliki akses POP/IMAP. Artinya, pengguna bisa mengakses email facebook dari berbagai software dan perangkat genggam.

Untuk alamatnya, tentu pengguna Facebook akan memiliki alamat email yang tak jauh dari nama accountnya. Contohnya, namapengguna@facebook.com. Nantinya, Project Titan ini akan menggantikan sistem berkirim pesan yang ada di dalam Facebook.

Belum ada kabar resmi dari Facebook soal hal ini. Juga tak ada kepastian kapan layanan webmail dari Facebook akan hadir bagi jutaan penggunanya di dunia.
READ MORE

Ultah ke 6 Facebook ubah tampilan

Posted by phychole On 0 komentar

NEW YORK - Merayakan hari jadinya yang ke-enam, situs jejaring sosial Facebook kembali melakukan perubahan. Layanan pertemanan ini telah mendesain ulang situsnya lagi. Namun kali ini, perubahan lebih menekankan untuk aplikasi, games dan pencarian.

Dalam hasil desain ulang yang telah dilakukan untuk kesekian kalinya tersebut, Facebook telah memindahlan link dan items ke halaman depan Facebook, dengan tujuan agar navigasi terlihat lebih sederhana. Selain itu agar fitur permainan dan aplikasi menjadi semakin menonjol.

Perubahan yang ditujukan untuk menyambut hari jadi situs besutan Mark Zuckeberg ke enam pada Kamis lalu tersebut, sedang dilakukan secara bertahap, sehingga tidak semua pengguna akan melihatnya segera. Demikian yang dilansir melalui AP, Sabtu (6/2/2010).

Dengan mendesain ulang yang terbaru ini, link ke permintaan teman, pesan dan komentar pemberitahuan tidak lagi tersebar, karena sekarang tinggal di bagian atas kanan halaman. Selain itu, pengguna sekarang dapat melihat teman-teman yang sedang online tanpa mengklik link. Ini tidak termasuk semua teman, hanya yang mereka sering melakukan berkomunikasi.

Namun, seperti biasa perubahan tersebut selalu memicu kontroversi dari warga Facebook yang berjumlah lebih dari 400 juta orang itu.

Sebagian besar dari mereka menolak adanya redesign di situs kesayangan mereka. Kendati demikian, pengelola Facebook sudah biasa menerima kritik itu, bagi mereka desain terbaru ini untuk memudahkan pengguna
adpted from okezone
READ MORE

Belajar Linux

Posted by phychole On 0 komentar
nich buat teman yang mau belajar linux aku kasih e-book nya sebagian
Semoga aja bermanfaat yach,,.

download aja da
http://www.4shared.com/file/216389567/50703b19/Latihan_Perintah_Dasar_Linux.html [klik sini ]
http://www.4shared.com/file/216389587/cef31697/Perintah_Dasar_Linux.html [klik sini]
READ MORE