Melewati Akhir dan Awal Tahun bersama DA SANDAL

Posted by phychole On Sabtu, 01 Januari 2011 0 komentar





Ndak sengaja pas maen ke SMAGA, aku di sapa sama adik kelas "kak tanggal 30 Desember 2010 ada Diklat di gunung Ringgit".
Langsung saja memutar melihat jadwal apakah ada jadwal kosong pada hari itu. Setelah cek jadwal ternyata ada waktu luang untuk mengikuti kegiatan adek adek. Sudah lama rasanya aku tidak melakukan camping di lapangan dengan teman teman pramuka Satria Mandala. Semenjak keluar dari SMAGA 2007 silam, aku sudah tidak pernah mengikuti perkemahan di alam bebas bersama teman teman.
Pas mendapatkan kesempatan ini, aku tidak menyia nyiakannya. Akhirnya aku bisa juga kembali berada di bumi perkemahan bersama dengan adik adik Satria Mandala. Gunung Ringgit yang terletak di kecamatan Klakah Lumajang, tempat yang menarik karena di sana selain camping, juga bisa mendapatkan banyak ilmu dari kegiatan yang di lakukan oleh warga sekitar.
30 Desember 2010 pagi berangkat dengan naik motor sendiri menuju bumi perkemahan. Meskipun sebelumnya pernah datang ke tempat ini waktu SMA kelas XI dulu, namun itupun rombongan naik kendaraan. Aku nekad saja untuk menyusuri jalan yang sebenarnya aku sudah tidak tau jalan untuk menuju bumi perkemahan. Berbekal dengan keyakinan dan di tuntun oleh mata hati, akhirnya aku berhasio menemukan bumi perkemahan tersebut.
Baru saja memasuki kawasan bumi perkemahan Gunung Ringgit, langsung di sambut dengan adanya hujan abu yang pas pada hari itu turun dengan derasnya. Waw semua bermasker, karena abu kiriman dari Bromo ini juga berbahaya. Namun itu bukanlah penghambat bagi adek adek. Mereka masih bersemangat untuk berkemah meskipun badai Hujan abu melanda bumi perkemahan. Mendirikan tenda merupakan awal dari kegiatan perkemahan ini. Tenda yang merupakan tempat tidur sementara ketika kita berada di bumi perkemahan.
Sungguh pemandangan yang berbeda pada perkemahan kali ini. Perkemahan yang pertama kali aku alami di bawah guyuran derasnya hujan abu. Menurut warga sekitar, ini merupakan hujan abu yang paling deras selama erupsi Bromo. Namun kami tetap menikmati cuaca ini, dan kegiatan tetap berjalan sesuai dengan rencana.
Hari pertama di lalui dengan lancar, semua kegiatan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah di rencanakan sebelumnya meskipun sehari semalam kegiatan harus di lakukan di bawah guyuran hujan abu. Memasuki hari kedua, 31 Desember 2010 kegiatan siang juga berjalan dengan lancar. Meski harus ada pertukaran jadwal karena adanya kesalahan time scheduling. Namun itu bukan hal yang membuat pelaksaan terhambat. Kegiatan masih berjalan dengan baik.
Setelah hari pertama di guyur dengan derasnya Hujan abu, di hari kedua ini juga di guyur dengan derasnya hujan. Namun kali ini hujan air. Antisipasi terhadap hujan air ini sempat terlupa, sehingga tenda tenda camp kami kebanjiran dan tidak bisa di tempati. Akhirnya semua di evakuasi ke rumah penduduk terdekat untuk menumpang tinggal sementara akibat dari guyuran hujan yang begitu deras.
Untung ada warga terdekat dari bumi perkemahan yang mau rumahnya untuk di jadikan tempat tinggal sementara. Akhirnya kegiatan pada malam 31 Desember 2010 di lakukan tidak di bumi perkemahan karena kondisi yang tidak memungkinkan. Jadwal tetap berjalan namun untuk pelaksanaannya di letakkan di Musholla warga. Hingga tengah malam, hujan baru mulai mereda. Acara puncak dengan pengukuhan Dewan Ambalan di lanjutkan dengan Api unggun dan perayaan awal Tahun 2011.
Cukup seru juga meskipun harus melalui cuaca yang sangat ekstrim.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda untuk postingan saya